Berita Kota Jambi
Pembangunan Jalan Tol Jambi akan Lewati 7 Kecamatan di 3 Kabupaten Kini Pengukuran dan Pembebasan
Untuk ruas Jambi-Rengat, jalan tol ini melewati 3 Kabupaten di Provinsi Jambi yakni kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Batang hari.
Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Progres pembangun jalan Tol Trans Sumatera ruas yang melintasi wilayah Provinsi Jambi kini memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan baik untuk ruas Jambi-Rengat maupun Jambi-Betung.
Dua ruas tol trans Sumatera tersebut telah mendapat penetapan lokasi (Penlok) dari Gubernur Jambi.
Untuk ruas Jambi-Rengat, jalan tol ini melewati 3 Kabupaten di Provinsi Jambi yakni kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Batang hari.
Untuk titik wilayah yang akan di bangun jalan tol tersebut yakni Kecamatan jambi Luar Kota, Kecamatan Sekernan di Muarojambi, selanjutnya nyambung ke Kecamatan Muara Papalik, Tungkal Ulu, Tebing Tinggi dan Batang Asam di Tanjung Jabung Barat dan langsung ke Rengat Pekan Baru. Ruas Tol ini juga sedikit melintasi Kabupaten Batanghari di desa Selat Kacamatan Pemayung.
Sementara untuk Ruas Jambi - Betung hanya melewati 1 Kabupaten di Provinsi Jambi yakni Kabupaten Muarojambi, yang terdiri dari dua Kecamatan dan lima desa. Yakni desa Sungai Landai, desa Muaro Sebapo di Kecamatan Mestong. Kemudian desa Sungai Bertam, desa Pematang Gajah, dan Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi Rahmad Hidayat mengatakan, kebanyakan lahan yang dilalaui jalan tol ini merupakan lahan perkebunan, sebagian kehutanan dan juga pemukiman masyarakat.
"Tapi luasan berapa pemukiman dan lokasinya berapa banyak, tidak begitu mengatui, yang lebih faham ini BPN," kata Rahmad.
Begitupun terkait jumlah kk yang terdampak pembangunan Rahmad belum bisa menyampaikan datanya. "Intinya jumlah lahan yang akan dibebaskan di ruas Jambi-Betung sebanyak 307 hektare," jelasnya.
Ditambahkan Rahmad, sejauh ini belum ada laporan terkait penolakan dari warga yang menolak lahanya dibebaskan untuk jalur tol.
Sementara itu Sekertaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman mengatakan pembangunan jalan tol Trans Sumatera yang akan melintasi wilayah Provinsi Jambi diharap bisa segera selesai.
Sebab jika tol ini beroperasi nantinya akan cukup berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.
"Dampaknya sangat luar biasa sekali kalau itu terwujud. Saya bisa memastikan jika sudah ada jalan tos, akan mengalami pertumbuhan ekonomi," kata Sudirman.
Dijelasakan Sudirman, dengan adanya jalan tol jalur pemasaran barang dan jasa semakin mudah dan lancar. Tidak lagi terhadap dengan jalan rusak. "Paling tidak ini pengurangan kemikinan," tambahnya.
Untuk progres pembangunan di tahun 2021 ini, dikatakan Sudirman memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan.
"Sekarang ini BPN lagi bekerja untuk pembayaran ganti untung tanah. Dia bekerja sama dengan tim apresial berapa menilai harga tanah itu, tapi yang jalas lebih tinggi daripada harga yang wajar," sebut Sekda.