Breaking News:

Berita Bungo

Persoalan Jalan Perusahaan di Muko-muko, Djendri Djusman Bawa Buntelan Dokumen kepada Dewan

Setelah sebelumnya DPRD Bungo memanggil PT SKU sebagai perusahaan yang menyewa jalan tersebut ke PT KBPC, kini DPRD memaggil dua PT yang mengaku sebag

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Muzakkir
Djendri Djusman Bawa Buntelan Dokumen kepada DPRD Bungo 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Persoalan jalan PT Suryamas Abadi yang dikuasai oleh PT KBPC berbuntut panjang.

Setelah sebelumnya DPRD Bungo memanggil PT SKU sebagai perusahaan yang menyewa jalan tersebut ke PT KBPC, kini DPRD memaggil dua PT yang mengaku sebagai pemilik jalan tersebut.

Dalam pemanggilan tersebut, yang hadir hanya PT Suryamas Abadi, sementara PT KBPC mangkir dalam pemanggilan tersebut.

Baca juga: Dikira Bambu Jatuh, Pedagang Syok Kepalanya Benjol Ketiban Potongan Kaki Manusia

Baca juga: Kabar Suami Zaskia Sungkar, Irwansyah Meninggal Dunia Dipastikan HOAX

Baca juga: Profil Basrief Arief, Mantan Jaksa Agung RI yang Meninggal Dunia Hari Ini

Pemanggilan perusahaan ini berawal dari keluhan warga beberapa desa di Kecamatan Muko-muko Bathin VII Kabupaten Bungo yang mengeluh dengan kondisi jalan desa yang sering dilalui oleh kendaraan perusahaan.

Warga setempat menderita debu jika musim panas dan becek dikala hujan turun. Hal ini sudah terjadi sudah lama.

Sebelumnya warga disana tidak begitu mempersoalkan, sebab pada awalnya mereka dijanjikan akan diberikan fee untuk desa. Namun setelah ditunggu-tunggu, hingga saat ini hanya isapan jempol belaka.

Menurut warga, jalan yang dilalui oleh beberapa perusahaan tersebut merupakan jalan umum yang sebagiannya dibangun oleh uang negara.

Ada beberapa desa yang dilalui oleh perusahaan, di antaranya Tanjung Agung, Dusun Tebat, Bedaro, Pekan Jumat, Baru Pusat Jalo.

Di sana ada beberapa perusahaan, di antaranya PT KBPC yang bergerak di bidang batubara, PT SKU bergerak sektor perkebunan kelapa sawit.

Informasi yang dia peroleh, PT SKU berani melintas dikawasan tersebut karena sudah membayar royalti kepada PT KBPC, tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai Rp 1,4 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved