Modus Mau Sewa Rumah Tapi Malah Maling Keramik Hingga Genteng, Satpam : Kirain Mau Merenovasi

Modus kejahatan menyakitkan terungkap di wilayah Jakarta Barat. Pelaku menguras isi rumah mulai dari keramik dan kusen dijebol, genteng juga diambil.

Editor: Rohmayana
ist
Pencurian rumah seluruh keramik dan pintu rumah ludes di daerah Kedoya 

Saat kejadian, rumah tersebut sedang disewakan oleh terduga pelaku.

"Korban adalah pemilik rumah ditempat kejadian, yang merupakan peninggalan orang tuanya, dan saat ini dalam keadaan kosong tanpa penghuni," kata Manurung kepada wartawan.

Baca juga: Tergiur Harga Murah, Pria Ini Dapati Barang yang Ia Pesan Tidak Sesuai, Malah Dapati Pecahan Genteng

Manurung menerangkan, kasus ini terungkap saat kerabat korban melihat adanya aktivitas bongkar material di rumah mewah tersebut.

Dia kemudian bertanya kepada para pekerja yang sedang membongkar material di rumah itu.

Para kuli bangunan tersebut mengaku hanya disuruh oleh bosnya untuk membongkar material rumah tersebut.

Tiga kuli yang ada disana mengaku mendapat upah Rp 125.000 perhari atas tenaganya membongkar material rumah.

"Atas kejadian tersebut, saksi menghubungi security komplek, dan pihak Kepolisian," kata Manurung.

Dari ketiga kuli yang diamankan, polisi kemudian memeriksa bos mereka berinisial S alias Nondol.

Warga tak menyangka truk bolak balik selama dua minggu yang dikira sedang renovasi rumah ternyata kegiatan maling menguras isi <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/rumah-mewah' title='rumah mewah'>rumah mewah</a> di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Belakangan diketahui pelaku adalah penyewa rumah.Warga tak menyangka truk bolak balik selama dua minggu yang dikira sedang renovasi rumah ternyata kegiatan maling menguras isi rumah mewah di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Belakangan diketahui pelaku adalah penyewa rumah. (Warta Kota/Desy Selviany)

S mengaku dirinya mengerahkan anak buahnya untuk membongkar perabotan di rumah tersebut karena ditawari oleh saudara H dan dia telah menyepakati pembelian material itu seharga Rp 15 juta

Baca juga: Berawal Senggolan, Pengemudi Avanza Tewas Setelah Dituduh Maling dan Dihakimi Masa

Adapun H dan satu orang lain berinisial A juga tengah diburu polisi.

"S mengaku dirinya telah menerima penawaran penjualan atas kayu yang masih terpasang di rumah tersebut dari H dengan kesepakatan harga Rp 15 juta dan telah dibayar Rp 6 juta," kata Manurung.

"Tapi dengan kesepakatan S untuk mengambil sendiri kayu yang ada ada di rumah korban," lanjutnya.

Viral

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sebuah rumah mewah yang diduga kerampokan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved