Breaking News:

7 Orang Diamankan dalam Operasi Antik, Sita Sabu dan Esktasi Asal Sumsel

Satresnarkoba Polres Sarolangun berhasil menangkap tujuh orang diduga tersangka dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu dan ekstasi.

TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Satresnarkoba Polres Sarolangun berhasil menangkap tujuh orang diduga tersangka dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu dan ekstasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Satresnarkoba Polres Sarolangun berhasil menangkap tujuh orang diduga tersangka dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono mengatakan, ketujuh orang itu diamankan dalam Operasi Antik Nnarkoba yang digelar 5 Februari hingga 16 Maret 2021 lalu.

"Kita di Operasi Antik 2021 ini, di Polres Sarolangun itu ada lima target operasi dan lima-limanya bisa kita amankan yang meliputi tujuh orang tersangka dan dua diantara tujuh tersebut adalah residivis," katanya, Rabu (17/3).

Ia menyebutkan, dari lima target operasi yang dilakukan petugas itu, terdapat juga pelaku yang diamankan dari hasil pengembangan. Tempat Kejadian Perkara (TKP) itupun, tersebar di beberapa kecamatan. Mulai dari Bathin Vlll, Sarolangun, Pauh, Limun hingga Pelawan Singkut.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan Polres Sarolangun, diantaranya ada ekstasi dan juga sabu.

"Kalau total yang sabunya ini ada 3,33 gram dan ekstasi ada 6 setengah butir. Kalau dirupiahkan 3,33 gram ini nilainya sekitar Rp5 jutaan, kalau yang 6 butir sekitar Rp2 jutaan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan, dua dari tujuh orang tersangka merupakan residivis dari kasus yang sama. Bebas dalam proses asimilasi tahun 2020 kemarin.

"Kalau yang tujuh orang kita amankan dari operasi antik ini rata-rata sebagai pengedar dan juga pemakai, karena juga kalau dia pengedar juga antar jemput saja," terangnya.

Untuk dua orang yang residivis, dikatakan Sugeng berinisial T dan juga S. Sedangkan lima orang lainnya, berinisial l, A, D, L dan juga M. Nantinya masing-masing dari mereka akan disangkakan dengan Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2019.

"Kalau ancamannya kita tidak membedakan antara residivis dengan yang lain, hanya berdasarkan perbuatannya saja. Nah kalau yang kita sudah lakukan proses penyidikan itu kita kenakan pasal 112 ayat 1 di juntokan ke 114 ayat 1 termasuk di 127 ayat 1 undang-undang narkotika 35 tahun 2009," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved