Breaking News:

Berita Jambi

Semua Madrasah Aliyah di Bawah Naungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Sudah Belajar Tatap Muka

Hampir semua sekolah di Provinsi Jambi kini telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) setelah sekian lama belajar secara daring akibat pandemi

Penulis: Zulkipli | Editor: Rahimin
tribunjambi/zulkifli
Kasubag Humas Kemenag Provinsi Jambi, Yazid. Semua Madrasah Aliyah di Bawah Naungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Sudah Belajar Tatap Muka 

Semua Madrasah Aliyah di Bawah Naungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Sudah Belajar Tatap Muka

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkipli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hampir semua sekolah di Provinsi Jambi kini telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) setelah sekian lama belajar secara daring akibat pandemi covid-19.

Tak terkecuali sekolah madrasah di bawah naungan Kementrian Agama Provinsi Jambi,  juga telah melakukan sekolah tatap muka.

Kasubag Humas Kemenag Provinsi Jambi, Yazid mengatakan, belajar tatap muka pada tingkat madrasah Aliyah (Setingkat SMA) baru saja dilakukan pada 8 Maret kemarin. Namun ini di khususkan pada untuk zona Kuning dan Hijau saja.

Polisi Ringkus Enam Orang Selama Operasi Antik 2021 di Batanghari, Satu Perempuan Turut Diamankan

Drama di Sidang Rizieq Shihab, Tak Mau Hadir, Marah-marah hingga Tak Patuhi Perintah hakim

Berkas Dugaan Penyelewengan APBDes yang Melibatkan Kades Keroya Dilimpahkan ke Kejaksaan

"Kalau di wilayah itu ada zona merah dan orange, sementara belum kita perbolehkan dulu," kata dia, Jumat (19/3).

Lanjutnya, untuk belajar tatap muka disekolah juga dilakukan secara bertahap, meski di zona kuning dan hijau, tentu harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di Provinsi Jambi.

Sampai saat ini, semua Madrasah Aliyah di Provinsi Jambi berjumlah 31 madrasah sudah melakukan belajar tatap muka.

"Semuanya masih berjalan dengan aman, dan belum ada laporan sekolah yang terpapar Covid-19,"  ujarnya.

Keputusan belajar tatap muka tersebut juga mempedomani aturan atau keputusan bersama empat menteri, dengan mempedomani protokol kesehatan.

Dengan demikian, sekokah dilakukan dengan bertahap pada jam-jam belajar. Selain itu, juga menggunakan shift belajar. Ini bertujuan untuk mengurangi adanya penularan kasus atau klaster baru Covid-19.

Kata Yazid, belajar tatap muka di sekolah tersebut bukan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Pasalnya, sampai saat ini masih adanya pandemi Covid-19 di Provinsi Jambi.

"Kalau sekolahnya sudah benar-benar siap baru kita lakukan belajar tatap muka, kalau belum siap, jangan dipaksa," sebutnya.

Tingkat Keruh Sungai Batang Tembesi di Ambang Batas Alat Ukur Perumda Air Minum Tirta Sako Betuah

Lowongan Kerja dan Magang BUMN di Bank Mandiri, Tersedia Penempatan Area Jambi

3 Gurandil PETI di Sarolangun Tewas, Dikabarkan Tersetrum di Lubang PETI

Meski demikian, antisipasi juga harus dilakukan, jika nantinya ada siswa atau guru yang terpapar Covid-19, maka sekolah tersebut harus diliburkan selama 14 hari atau dua minggu.

"Kita sesuaikan dengan masa inkubasi dari virus itu sendiri, kemudian juga kita lakukan kerja sama dengan tim satgas," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved