Stok Gula di Bulog Masih Aman Hingga Lebaran, 150 Ton Bakal Dikirim ke Jambi Jelang Hari Raya
Stok Gula di Bulog Masih Aman Hingga Lebaran, 150 Ton Bakal Dikirim ke Jambi Jelang Hari Raya
Penulis: Zulkipli | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Provinsi Jambi, menjamin persediaan gula di Provinsi Jambi aman hingga lebaran Idul Fitri pada Mei 2021 mendatang.
Bahkan tambahan stok gula pasir akan datang dari pusat untuk mengantisipasi kemungkinan melonjaknya harga yang mulai terjadi.
Kepala Bidang Pengadaan dan Operasional Publik Perum Bulog Kanwil Jambi, Aan Sugiharto menyampaikan, saat ini stok gula sebanyak 13 ton yang tersebar di kantor bulog yang ada.
Baca juga: Pembayaran Zakat Profesi ASN Muarojambi Belum Maksimal, Baznas Garap Regulasi Pangakas Diatas
Baca juga: TNI AL Makin Sangar dengan Kapal Selam Barunya yang Diresmikan Prabowo, China Tak Bisa Macam-macam
Bahkan nantinya gula akan ada dikirim kembali oleh Bulog sebanyak 150 ton sebelum lebaran datang.
"Ini cukup untuk persediaan hingga lebaran, jadi daerah yang kekurangan bisa minta ke Bulog Jambi dan akan dikirimkan," ujarnya, Selasa (16/3/2021).
Sejauh ini, kata Aan, gejolak harga gula mulai tampak naik. Yakni berkisar Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogramnya. Dari pantauan, harga gula di Pasar Angso Duo, gula pasir jenis DN dengan kualitas medium dihargai Rp12.500 per kilogramnya.
Sedangkan harga bahan pokok lain juga terpantau stabil bahkan turun. Seperti cabai rawit mengalami penurunan Rp10 ribu yang menjadi Rp45 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp55 ribu.
Baca juga: VIDEO UMKM di Jambi ini Hadirkan Produk Dari Kulit Asli
Baca juga: Kuasa Hukum Yakin Kliennya, Edi Suhaimi Bebas dari Tuntutan Jaksa
Selain harga cabai rawit yang mengalami penurunan, harga ayam hari ini juga turun Rp2 ribu.
"Rp34 ribu per kg kalau hari-hari sebelumnya itu Rp36 ribu," ujar karni pedagang ayam di Pasar Angso Duo.
Harga bawang merah Rp24 ribu, Rp28 ribu, Rp30 ribu per kg harganya normal tetapi berbeda-beda tergantung kualitas.
"Harganya beda-beda tergantung kualitas besar kecilnya bawang," jelas pedagang bawang. (kip)