Breaking News:

Berita Daerah

Kuasa Hukum Yakin Kliennya, Edi Suhaimi Bebas dari Tuntutan Jaksa

Kasus penyelundupan baby lobster yang terjadi di Tanjabtim saat ini mulai memasuki tahap persidangan.

Istimewa
Lobster 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kasus penyelundupan baby lobster yang terjadi di Tanjabtim saat ini mulai memasuki tahap persidangan. Terdakwa yang dihadirkan di persidangan adalah seorang sopir rental ikut terseret dalam kasus penyelundupan baby lobster di Pengadilan Negeri Tanjabtim.
Meski hanya mengangkut orang, seorang sopir rental ikut terseret dalam Kasus penyelundupan baby lobster dan dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tanjabtim. Dimana Edi Suhaimi yang menjadi terdakwa dituntut hukuman penjara 1,6 bulan.
Dimana terdakwa diduga ikut berperan dalam penyelundupan benih baby lobster, dengan disangkakan membawa lobster dari Jambi menuju Mendahara. Dengan cara menggunakan jasa rental kendaraan yang digelutinya.
Edi Suhaimi melalui kuasa hukumnya Hendra H Ambarita, SH Advokat pada kantor Hukum Monang Sitanggang, SH.MH usai melakukan sidang menuturkan, sidang hari ini beragendakan Pledoi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa Edi Suhaimi.
Lanjutnya, dalam pemeriksaan terdakwa mengaku tidak mengenal satu orangpun dari beberapa tersangka yang ikut diamankan. Dirinya hanya bertugas menerima orderan untuk mengantar orang ke Mendahara.
"Saat itu dirinya hanya membawa beberapa orang tujuan Mendahara sesuai order carteran, dan tidak saling kenal. Dan tidak ada pula benih lobster di dalam mobil tersebut saat proses pengantaran berlangsung," jelas Hendra.
"Dengan beberapa fakta lain yang ditemukan, saya yakin terdakwa (klienya) tidak bersalah dan bisa bebas," tambahnya
Hendra sendiri mengharapkan agar kliennya mendapatkan keadilan dari tuntutan jaksa. "Intinya saya meminta kepada jaksa agar terdakwa dapat bebas dari segala tuntutan. Mengingat terdakwa hanya sebagai korban dan tidak ada bukti kuat untuk mengarahkan terdakwa dijatuhi hukuman 1,6 bulan penjara," pungkasnya.
Terpisah, Jaksa Penuntut Umum Donny saat di konfirmasi Tribunjambi.com, melalui sambungan ponsel pribadinya tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak terkait persidangan tersebut.
"Terkait kewenangan menjawab itu pihak kasi intel bukan kita, semua kegiatan di PN yang bisa memberikan penyampaian itu humas dan Kasi Intel saja," tuturnya
"Intinya saya nggak bisa menyampaikan, karena bukan kewenangan saya. Apalagi melalui handpone," tambahnya.
Dijadwalkan besok Kamis (18/3) kembali akan dilakukan sidang dengan agenda penyampaian tanggapan JPU dari pembelaan kuasa hukum terdakwa dan sekaligus putusan. (TRIBUNJAMBI.COM/ABDULLAH USMAN)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Hendri Dunan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved