Berita Kerinci

Wisatawan Kerap Bertanya Mengapa Hutan di Kaki Gunung Kerinci Gundul, Ini Kata Pemandu Wisata

"Melihat aktivitas penebangan liar (illegal logging) di pinggang Gunung Kerinci yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tentu s

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ISTIMEWA
Dikutip dari laporan Badan Geologi Kementerian Eneergi dan Sumber Daya Mineral di akun Twitternya, @vulkanologi_mbg, gunung Kerinci erupsi pukul 12.48 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Gundulnya hutan di kaki Gunung Kerinci ternyata kerap dipertanyakan oleh wisatawan.

Hal itu diakui oleh para pemandu pariwisata Gunung Kerinci, Minggu (14/3/2021).

Rangga pemandu pariwisata Gunung Kerinci ditemui mengatakan, sebagai gunung api tertinggi di Asia Tenggara Gunung Kerinci banyak diminati oleh wisatawan manca negara.

Baca juga: Umat Muslim di Sri Lanka Terancam Pasca Serangan ISIS, Burqa Dilarang dan 1000 Madrasah akan Ditutup

Baca juga: Nonton Ikatan Cinta Malam Ini 14 Maret 2021: Akankah Ada Aladin Setelah Liburan Berdua?

Baca juga: CUITAN Cut Syifa dengan Tanda Hati Jadi Sorotan di Twitter, Nama Rangga Azof Dikait-kaitkan?

Setiap tahunnya ada ribuan wisatawan yang datang melakukan pendakian.

"Melihat aktivitas penebangan liar (illegal logging) di pinggang Gunung Kerinci yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tentu sangat memprihatinkan sekali, bagaimana tidak ini sudah menganggu fungsi utama dari Taman Nasional," ungkap Rangga.

Ia menilai, jika penebangan liar tidak segera ditindak, tentu akan berdampak menurunnya kunjungan wisatawan pada tahun-tahun mendatang.

Apa lagi sebutnya, di tahun-tahun sebelumnya, wisatawan kerap bertanya mengapa hutan di kaki gunung kerinci gundul.

"Lalu ada apa sampai hal itu terjadi," ujarnya.

Dari pengamatan dirinya, penebangan liar di pinggang Gunung Kerinci mungkin saja terjadi akibat tidak adanya aktivitas wisatawan yang melakukan pendakian Gunung Kerinci.

Sehingga para oknum penebang liar dengan bebas memasuki kawasan di sekitar pinggang Gunung Kerinci.

"Karena hampir satu tahun pendakian Gunung Kerinci ditutup dan baru-baru ini penebangan liar semakin banyak di Gunung Kerinci," sesalnya.

Jika kita bicara mengenai kerugian sebutnya, dari penebangan liar di dalam kawasan Taman Nasional yakni kerugian ekonomis dan kerugian ekologis.

Kerugian ekonomis meliputi sumber daya hutan yang dapat dinilai secara finansial seperti kayu dan yang tidak dapat dinilai secara finansial seperti oksigen, air dan hara yang hilang akibat penebangan liar.

Kerugian ekologis berhubungan dengan fungsi utama dari Taman Nasional yaitu mengakibatkan penurunan luas hutan dan punahnya keanekaragaman hayati.

Hingga hari ini tambahnya, konflik antara masyarakat dan Taman Nasional terus terjadi di pinggang Gunung Kerinci. Ini bisa dilihat semakin hari semakin luas area bukaan penebangan liar di sekitar Gunung Kerinci.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved