Breaking News:

Pembunuhan di BSD Serpong

Pasutri di BSD Diduga Dibunuh dengan Kapak, Pelaku dan Korban Kemungkinan Saling Kenal

Dari lokasi kejadian di Perumahan Griya Loka 2, BSD Serpong, Tangerang Selatan, polisi menemukan senjata tajam berbentuk kapak yang diduga senjata unt

KOMPAS/WARTAKOTA/KOLASE TRIBUN JAMBI
Lokasi pembunuhan suami istri di Perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu 13 Maret 2021. 

TRIBUNJAMBI.COM, SERPONG - Identitas terduga pelaku pembunuhan pasutri di BSD Serpong sudah didapat plisi.

Dari lokasi kejadian di Perumahan Griya Loka 2, BSD Serpong, Tangerang Selatan, polisi menemukan senjata tajam berbentuk kapak yang diduga senjata untuk eksekusi pasangan suami istri tu.

Kapak ditemukan di dekat jasad warga negara asing (WNA) asal Jerman di Tangerang Selatan.

Diketahui sebelumnya, WNA berinsial K ditemukan tewas bersama istrinya berinisial N yang merupakan WNI di Perumahan Griya Loka 2, BSD Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu (13/3/2021) dini hari.

Lokasi dua orang ditemukan tewas di perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu (13/2/2021) pagi.
Lokasi dua orang ditemukan tewas di perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu (13/2/2021) pagi. (KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)

Diduga pasutri ini menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam lantaran terdapat luka bacokan di leher.

Dijelaskan Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Angga Surya Saputra, saat pihaknya mendatangi lokasi kejadian terdapat sebuah kapak.

Baca juga: Suami Istri Korban Pembunuhan di BSD Serpong Diduga Dihabisi Pakai Kapak, Pelaku Kini Dikejar Polisi

Baca juga: Uniknya Resto Pure Pesanggrahan Hadirkan Atraksi Wisata Baru Setiap Banjir dan Air Air Pasang

"Dari TKP kita mendapatkan beberapa barang bukti, ada senjata hanya korek api menyerupai senjata, dan kapak yang diduga digunaan untuk melakukan hal itu ( pembunuhan)," jelas Angga di Mapolres Tangerang Selatan.

Kapak diduga menjadi alat yang digunakan pelaku untuk membunuh kedua korbannya secara keji.

Sebab, lanjut Angga, terdapat luka bacok di leher K yang berstatus sebagai warga negara Jerman.

"Untuk luka kita harus bicara berdasarkan fakta, harus tunggu hasil autopsi. Tapi kalau kasat mata memang ada luka beberapa dibacok bagian parah di bagian bawah leher," ungkap Angga.

Halaman
12
Editor: Suci Rahayu PK
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved