Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Melangkah Dengan Iman
Bacaan ayat: Ibrani 11:6 (TB) - "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus perca
Melangkah Dengan Iman
Bacaan ayat: Ibrani 11:6 (TB) - "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia"
Oleh Pdt Feri Nugroho
Ada batasan yang jelas ketika berbicara tentang Allah agar pembicaraan tersebut menghasilkan kesimpulan yang benar.
Pertama, bahwa Allah itu tidak bisa dibatasi ruang dan waktu.
Ada sekat yang membedakan manusia dengan Allah, yaitu manusia dibatasi ruang dan waktu sementara Allah tidak dibatasi ruang dan waktu.
Pembatasan Allah dalam ruang dan waktu akan menciptakan pertanyaan-pertanyaan konyol yang tidak pada tempatnya dan jatuh pada posisi membatasi kemahakuasaan Allah atas kehidupan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Di Persimpangan Jalan Kehidupan
Batasan ruang dan waktu bisa menciptakan pertanyaan, Allah itu laki-laki atau perempuan.
Tentu pertanyaan tersebut itu menjadi konyol dan tidak pada tempatnya ditanyakan.
Meskipun dijawab maka perlu dipahamkan bahwa konsep laki-laki dan perempuan berlaku hanya bagi ciptaan dan bukan pada Pencipta.
Kedua, manusia tidak mungkin dapat mengenal Allah secara penuh.
Manusia hanya bisa mengenal Allah sejauh Allah memperkenalkan diri-Nya kepada manusia.
Ruang dan waktu menjadi tempat bagi Allah untuk menyatakan dan memperkenalkan diri kepada manusia sehingga manusia mengenal-Nya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Kesempatan Kedua
Allah memakai banyak istilah dan hal untuk memperkenalkan diri namun tidak bisa dibatasi oleh hal dan istilah tersebut.
Sebab hal dan istilah yang dipakai oleh manusia selalu berkembang dalam bahasa dan budaya manusia dalam konteks perubahan zaman dari waktu ke waktu.
Ketiga, Allah itu pencipta dan manusia itu ciptaan.
Ruang dan waktu adalah ciptaan Allah maka ruang dan waktu tidak bisa membelenggu keberadaan Allah meskipun Ia memperkenalkan diri dalam ruang dan waktu.
Kesadaran diri sebagai ciptaan akan menuntun manusia pada sikap merendahkan diri di hadapan Allah dengan memberi batasan yang jelas, pada bagian mana ia harus menyelidiki dan pada sisi mana sesuatu ditempatkan sebagai sebuah misteri yang hanya diketahui oleh Allah.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Berbuat Kebaikan Adalah Tanggung Jawab Iman
Itulah sebabnya, penulis Surat Ibrani mendefinisikan iman sebagai dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Manusia terbatas dalam hal melihat segala sesuatu, namun manusia diijinkan untuk memiliki pengharapan 'yang tidak terbatas' dalam merencanakan dan merancang kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
Iman menjadi bukti bahwa meskipun tidak melihat namun manusia dapat percaya bahwa pengharapan akan menuntunnya menuju pada kehidupan yang benar dihadapan Allah.
Iman akan diuji boleh ruang dan waktu dalam rupa pengalaman kehidupan.
Ketika terjadi sebuah peristiwa dalam sejarah kehidupan manusia, manusia pada posisi merespon.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tuhan Adalah Raja dalam Kehidupan
Manusia mempunyai potensi untuk memilih untuk memberikan makna kepada segala hal yang terjadi dalam sudut pandang masa lalu atau masa depan.
Sebuah peristiwa akan memicu manusia berfikir untuk bermemori pada masa lalu atau bermimpi untuk masa depan, yang menghasilkan respon berupa sebuah tindakan hari ini.
Dan dalam tindakan ini perlu dilakukan dalam iman, agar tidak bimbang dan menuntunnya hidup dalam pilihan keputusan tersebut.
Itulah sebabnya, dalam keseluruhan pembacaan Alkitab, kita bisa menemukan bagaimana manusia merespon karya Allah dalam kehidupannya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Kehidupan yang Hina dan Mulia
Banyak yang taat, namun tidak sedikit yang memberontak. Peristiwa baik dan tragis bergantian menghampiri mewarnai perjalanan kehidupan orang percaya.
Diuji oleh banyak hal, dipengaruhi banyak faktor, yang pada akhirnya menuntun kita untuk paham bagaimana seharusnya kita yang membaca hari ini diperlengkapi dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman mereka untuk menjadi bahan pertimbangan dan pencerahan untuk pengambilan keputusan kita hari ini.
Untuk itu, diperlukan langkah iman agar keputusan yang kita pilih berkenan kepada Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tuhan Adalah Raja dalam Kehidupan
Penulis Surat Ibrani mendata nama-nama mereka yang telah memilih untuk taat kepada Tuhan.
Muara kesimpulannya adalah tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.
Mereka menjalani kehidupan dengan iman. Mereka sama seperti kita yang terbatas dalam ruang dan waktu dan hidup sebagai ciptaan.
Mereka orang-orang yang memilih berpaling kepada Allah di tengah konteks situasi 'tidak tahu akan masa depan' sebagimana kita hari ini.
Mereka percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Keseluruhan kehidupan mereka diarahkan untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah.
Mereka bukan manusia super yang serba bisa.
Mereka manusia seutuhnya seperti kita dengan pemikiran dan pergumulan.
Berbagai pertimbangan dan kepentingan bisa saja mempengaruhi setiap respon pilihan keputusan yang diambil dan mereka memilih untuk taat kepada Allah.
Allah Mahakuasa.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Kehidupan yang Hina dan Mulia
Dia pencipta segalanya. Dia bisa memilih untuk mengabaikan keberadaan manusia, namun Ia memilih untuk membangun relasi dengan manusia.
Alkitab mencatat bagaimana Ia hadir dalam sejarah dan menjumpai orang-orang yang beriman untuk dipakai menyatakan kehendak-Nya.
Para orang pilihan dipilih berdasarkan otoritas Allah. Mereka memilih untuk melangkah dalam iman untuk menjawab segala pergumulan kehidupan.
Jika mereka mampu mengatasi segala pergumulan kehidupan maka kita pada posisi yang sama: pasti juga bisa memilih untuk taat.
Lakukan segala hal dengan iman bahwa Allah terus berkarya dalam kehidupan kita. Amin
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)