Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Kesempatan Kedua

Bacaan ayat: Galatia 2:19-20 (TB) - "Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan

Editor: Suci Rahayu PK
express.co.uk
Ilustrasi 

Kesempatan Kedua

Bacaan ayat: Galatia 2:19-20 (TB) - "Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (ist)

Pengalaman 'hampir mati', biasanya menjadi titik balik bagi seseorang untuk memaknai kehidupan secara berbeda atau baru.

Ia disadarkan bahwa kehidupan itu singkat. Batas antara hidup dan mati itu terlalu tipis untuk diukur.

Saat ini hidup, sedetik kemudian bisa saja tak lagi bernyawa dan akhirnya terbujur kaku.

'Hampir mati', telah menyadarkan banyak orang, betapa berharganya kehidupan itu.

Dia mulai menyadari keberhargaan kehidupan di titik kritis ketika hampir kehilangan kehidupan.

Kesadaran ini membawa sebuah perenungan, betapa berharganya hidup itu.

Dia yang menurut akal seharusnya sudah mati, namun diijinkan tetap hidup. Kondisi ini membuatnya berada pada titik balik kehidupan.

Ia melihat kehidupan sebagai sebuah kesempatan yang paling berharga untuk diisi dengan hal-hal yang membangun kehidupan dan bukan menghancurkannya.

Namun seiring waktu, pengalaman bisa aus oleh waktu. Perubahan dan pengalaman lain telah menindihnya dengan berbagai beban kehidupan lain.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Berbuat Kebaikan Adalah Tanggung Jawab Iman

Seakan pengalaman 'hampir mati' sudah tidak terasa lagi gaungnya. Akibatnya, kehidupanpun kembali seperti semula: biasa-biasa saja dan kembali berkubang dengan tindakan yang merusak kehidupan.

Panggilan Tuhan dalam perjalanan ke Damsyik telah mengubah kehidupan Paulus, berbalik 180 derajat.

Sebelum dipanggil menjadi pengikut Yesus Kristus, Paulus memahami bahwa melakukan Hukum Taurat adalah tindakan terbaik dalam membangun kehidupan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved