Berita Kota Jambi
Inilah Satu-satunya Polwan Cantik di Polda Jambi yang Keahliannya Komunikasi dengan Hewan, Terpakai
Kata Fitri, ilmu Linking Awaranes merupakan bidang ilmu yang mempu berkomunikasi non verbal pada hewan, mulai dari kucing, anjing, gajah dan hewan lai
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- AKP Drh Fitri Patmawati, seorang Perwira Pertama Polri cantik, sekaligus Dokter Hewan satu-satunya di Biddokkes Polda Jambi memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dengan hewan.
Fitri, wanita kelahiran Setang, Banten, 8 Juni 1986, yang saat ini menjabat sebagai Kaur Doksik Biddokkes Polda Jambi menguasai ilmu Linking Awaranes, atau akrab dikenal sebagai ilmu telepati
Kata Fitri, ilmu Linking Awaranes merupakan bidang ilmu yang mempu berkomunikasi non verbal pada hewan, mulai dari kucing, anjing, gajah dan hewan lainnya.
"Ini ilmu ini membuat kita mampu berkomunikasi dengan hewan, tetapi non verbal ya," kata Fitri, Sabtu (6/3/2021).
"Bukan berarti bisa bicara ke hewan seperti ke manusia," bilang Fitri.
Dengan menguasai ilmu tersebut, katanya, ia dapat memahami sikologis hewan, Mulai dari penyebab hewan stres, tidak nafsu makan dan lain sebagainya.
Ia meyakini, setiap manusia memilki ilmu Linking Awaranes atau ilmu telepati sejak nenek moyang dahulu, yang mampu berkomunikasi kepada setiap hewan.
Namun kehidupan manusia terus berkembang, dan ilmu yang sudah ada sejak lama tidak disadari dan tidak diasah, sehingga perlahan menghilang.
Hal tersebut ia sadari, setelah mengikuti kelas atau pelatihan skala internasional tentang Ilmi Linking Awaranes di Waykambas.
Di sana, ia dipertemukan dengan Polwan dari berbagai negara, mulai dari Polwan dari negara Kanada, India serta negara lainnya.
Mereka dilatih untuk berkomunikasi non verbal dengan gajah.
"Jadi, kita dihadapkan dengan tiga ekor gajah dengan nama yang berbeda-beda, kita disuruh pejamkan mata dan memilih satu ekor gajah," kata Fitri.
"Setelah itu, kita pejamkan mata, kita disuruh nebak makanan kesukaan yang disukai oleh gajah tersebut, dan benar saja itu terbukti," lanjutnya.
Namun, untuk menguasai ilmu tersebut butuh proses dan latihan yang disiplin. Katanya harus diasah secara terus menerus.
"Semua orang punya ilmu itu, contohnya, kita mau nelpon ibu kita, tiba dia langsung menelepon, secara tidak langsung, itu adalah komunikasi non verbal," jelasnya.