Breaking News:

Berita Sosok

CERITA 'Horor' Polwan Jambi di Tim Forensik, Mulai Air Keran Hidup Sendiri hingga Muncul Bunyi Aneh

Pada kasus tersebut ia mengaku tidak memiliki rasa takut yang berlebih, karena jauh sebelumnya, ia sudah sering bergabung lama dengan tim ahli Forensi

Kolase/Tribunjambi.com/Istimewa
Sosok Polwan Polda Jambi, AKP Drh Fitri Patwamati 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kisah menarik dari AKP Drh Fitri Patmawati, seorang perwira pertama di Polda Jambi yang saat ini menjabat sebagai Kaur Doksik Biddokkes Polda Jambi.

Ternyata Fitri adalah merupakan satu-satunya dokter hewan yang dimiliki oleh Polda Jambi saat ini.

Ia mulai bertugas di Polda Jambi sejak 2015, saat itu, ia menjabat sebagai Kanit K9 Ditsabhara Polda Jambi, kemudian tepat pada 2017, ia ditugaskan di Biddokkes Polda Jambi.

Meski berprofesi sebagai dokter hewan, tidak jarang, Fitri turut dalam sejumlah kasus-kasus yang berhubungan dengan forensik dan identifikasi, yang tergolong ekstrem atau menyeramkan.

Cerita polwan cantik AKP Drh Fitri Patmawati yang pernah alami hal aneh saat tergabung di Tim forensik
Cerita polwan cantik AKP Drh Fitri Patmawati yang pernah alami hal aneh saat tergabung di Tim forensik (Istimewa)

Terakhir, Fitri juga turut membantu dalam proses identifikasi penemuan tengkorak manusia di dalam mobil, yang tenggelam di kanal PT WKS Tanjung Jabung Timur, beberapa waktu lalu.

"Yang tangani langsung itu, ya dokter spesialis Forensiknya, tetapi saya bagian managerialnya, tetapi tetap turun langsung ke lokasi," kata Fitri, Sabtu (6/3/2021) siang.

Baca juga: Polwan Cantik Jambi Alami Kejadian Aneh Kala Gabung di Tim Forensik, AKP Drh Fitri: Ya Dibawa Asik

Baca juga: CERITA Polwan Polda Jambi, AKP Drh Fitri yang Bisa Komunikasi Sama Hewan, Mulai Gajah hingga Kucing

Baca juga: Inilah Satu-satunya Polwan Cantik di Polda Jambi yang Keahliannya Komunikasi dengan Hewan, Terpakai

Pada kasus tersebut ia mengaku tidak memiliki rasa takut yang berlebih, karena jauh sebelumnya, ia sudah sering bergabung lama dengan tim ahli Forensik.

Hanya diawal saja ungkap Fitri, dirinya sempat merasa takut, tetapi seiring berjalannya waktu, dan komitmen dalam membantu pengungkapan kasus, rasa takut Fitri berangsur hilang.

"Awalnya sih ada rasa takut gabung dengan Dokter forensik, karena ketemu sama jenazah manusia yg tidak utuh, tinggal tengkorak, pastilah ada rasa rakut," bilang Fitri.

"Tapi balik lagi, karena ini diawali dengan niat, untuk ungkap kasus ya berfikir postif saja," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved