Breaking News:

'Singa Betina' yang Gugur Karena Kanker Payudara, Kisah Rasuna Said dalam Perjuangkan Hak Perempuan

Indonesia banyak memiliki pahlawan yang memperjuangkan hak-hak perempuan, satu di antaranya adalah Rasuna Said.

Wikimedia
Kisah Rasuna Said 

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia banyak memiliki pahlawan yang memperjuangkan hak-hak perempuan, satu di antaranya adalah Rasuna Said. Nama tersebut bahkan diabadikan menjadi salah satu jalan utama di ibukota dan sejumlah kantor dan hunian di Jakarta. Siapa sebenarnya pahlwan wanita ini?

Pahlawan asal Sumatera Barat yang juga berasal dari keluarga bangsawan ini memiliki nama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said.

Setidaknya ada tiga poin penting mengenai riwayat hidup Rasuna Said yang ditulis Esti Nurjanah dalam Peran Hajjah Rangkayo Rasuna Said dalam Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan (1926-1965). 

Baca juga: Syahnaz Sadiqah Ceritakan Pengalaman Selama Terpapar Covid-19, Sedih Anak Kembarnya Juga Positif

Pertama, Hajjah Rangkayo Rasuna Said memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari kalangan ulama dan pengusaha terpandang. Lingkungan adat Minang dan agama Islam yang dekat dengan kehidupannya, mempengaruhi kepribadiannya sehingga tumbuh menjadi perempuan berkemauan keras, tegas, dan taat pada syariat Islam.

Kedua, perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said dimulai dengan bergabung dalam Sarekat Rakyat tahun 1926. “Pada masa pendudukan Belanda hingga Jepang, dirinya aktif mengikuti berbagai organisasi. Beliau dikenal sebagai orator ulung, pendidik yang tegas serta penulis majalah,” tulis Esti.

Ketiga, perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said pasca kemerdekaan Indonesia lebih banyak di bidang politik. Ia terus mengembangkan kariernya dalam parlemen, mulai tingkat lokal hingga nasional di Jakarta.

Rasuna juga aktif berkontribusi dalam Persatuan Wanita Republik Indonesia untuk menyuarakan hak-hak perempuan agar memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki, terutama di bidang pendidikan dan politik.

Baca juga: Siapa Pak Sulaiman? Sosok Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Papua

Sebagaimana dilansir BBC Indonesia yang mengutip pemaparan Jajang Jahroni, dosen sejarah dan peradaban Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melalui tulisannya berjudul "Haji Rangkayo Rasuna Said: Pejuang Politik dan Penulis Pergerakan" dalam buku Ulama Perempuan Indonesia (2002), Rasuna Said lahir pada 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Agam, Sumatara Barat.

Ayah Rasuna, Muhammad Said, adalah seorang aktivis pergerakan dan cukup terpandang di kalangan masyarakat Minang. Karena berasal dari keluarga bangsawan yang memperhatikan pendidikan, Rasuna disekolahkan. Namun, berbeda dengan saudara-saudaranya yang mengenyam pendidikan di sekolah umum yang didirikan Belanda, Rasuna memilih sekolah agama Islam.

Selepas sekolah dasar, Rasuna kecil belajar di pesantren Ar-Rasyidiyah dan menjadi satu-satunya santri perempuan. Dari pesantren Ar-Rasyidiyah, Rasuna Said pindah ke Padang Panjang untuk bersekolah di Madrasah Diniyah Putri yang dikelola tokoh emansipasi perempuan Sumbar, Rahmah El Yunusiyah.

Halaman
1234
Editor: Deni Satria Budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved