Breaking News:

AS dan Israel Murka, Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Selidiki Kejahatan Perang di Israel

AS dan Israel Murka, Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Selidiki Kejahatan Perang di Israel

ABBAS MOMANI / AFP
Warga Palestina membakar bendera Perancis selama protes terhadap publikasi kartun Nabi Muhammad SAW di Perancis dan komentar oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron, di Ramallah, pada 30 Oktober 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM - Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada Rabu (3/3/2021) berencana akan melakukan penyelidikan terkait kejahatan perang di Palestina.

Rencana investigasi resmi ICC ini disambut baik oleh pemerintah Palestina namun mendapat kecaman dari Israel.

Penyelidikan kejahatan perang ini menyusul keputusan pengadilan pada 5 Februari yang memiliki yurisdiksi dalam kasus tersebut.

"Keputusan untuk membuka penyelidikan menyusul pemeriksaan pendahuluan yang melelahkan yang dilakukan oleh kantor saya yang berlangsung hampir lima tahun," kata Jaksa ICC, Fatou Bensouda dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

Jaksa Bensouda kemudian menjanjikan pendekatan non-partisan dan mengatakan:

"Pada akhirnya, perhatian utama kami haruslah kepada para korban kejahatan, baik Palestina maupun Israel, yang timbul dari siklus panjang kekerasan dan ketidakamanan yang telah menyebabkan penderitaan yang mendalam dan keputusasaan di semua sisi."

Pada Desember 2019 lalu, Bensouda mengatakan bahwa telah terjadi kejahatan perang telah terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Dia menduga pelaku yang terlibat dalam kejahatan perang adalah Pasukan Pertahanan Israel dan kelompok bersenjata Palestina seperti Hamas.

Langkah berikutnya adalah menentukan apakah pemerintah Israel maupun Palestina melakukan penyelidikan sendiri dan mendalaminya.

Kecaman Israel

Halaman
1234
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved