Breaking News:

Berita Bungo

21 Tahun Menanti, Begini Akhirnya Persoalan Tapal Batas Bungo-Tebo

Dengan selesainya tapal batas ini, nantinya kedua belah pihak akan membuat RT/RW Kabupaten tidak terbentur oleh batas wilayah

21 Tahun Menanti, Begini Akhirnya Persoalan Tapal Batas Bungo-Tebo
net
Ilustrasi tapal batas

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Setelah melalui berbagai proses, akhirnya persoalan tapal batas antara Bungo dan Tebo selesai.

Pemerintah Kabupaten Bungo dan Tebo sepakat jika persoalan tapal batas antara dua daerah ini tidak menjadi permasalahan lagi. Hal itu tertuang dalam perjanjian yang telah disepakati bersama, Rabu (3/3).

Perjanjian kesepakatan ini dilakukan di Hotel Best Western Kemayoran Jakarta. Pemerintah Kabupaten Bungo dihadiri dan ditandatangani oleh Wakil Bupati Bungo H.Safrudin Dwi Aprianto, S.Pd dan dari Kabupaten Tebo langsung di hadiri dan di tanda tangani oleh Bupati Tebo H.Sukandar. S.Kom, M.Si.

Dalam kesepakatan itu dihadiri oleh Biro pemerintahan provinsi Jambi Rahmad Hidayat, Sekda Bungo, Sekda Tebo, asisten 1 Bungo dan Asisten 1 Tebo, Kadis Kominfo Kabupaten Bungo, Kabag Pemetintahan Kabupaten Bungo.

Usai kegiatan, Kadis kominfosandi Kabupaten Bungo Zainadi menyebut jika persoalan tapal batas ini telah berlangsung lama. Dan dirinya juga sudah berkali-kali melakukan pertemuan terkait hal ini.

"Sudah hampir 21 tahun masalah tapal batas ini belum atau tidak dapat diselesaikan. Pada hari yang bersejarah ini Alhamdulillah sudah disepakati dan  ditandatangani oleh kedua belah pihak," kata Zainadi, Rabu (3/3).

Dijelaskannya, untuk batas dengan Kabupaten Tebo tersebut mulai dari Batas dengan merangin yaitu di Lubuk Buayo sampai dengan Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan Ilir sepanjang lebih kurang 82 km. 

Meski demikian, tapal batas ini hanya batas administratif dan tidak merobah hak dan kepemilikan dari investasi atau tanah atau kebun masyarakat yang ada ditapal batas yang ditetapkan.

"Ini hanya batas administrasi saja," ungkapnya.

Dia juga menyampaikan pesan dari Wakil Bupati Bungo Syafruddin Dwi Apriyanto jika dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah dan tak kenal henti bertemu dan rapat demi selesainya kesepakatan tapal batas ini termasuk pemerintah Provinsi Jambi.

"Semua pihak harus dapat menerima kesepakatan ini dan tidak ada lagi konflik antar masyarakat yang ada di daerah perbatasan, karena ini untuk kemaslahatan kita bersama," kata Syafruddin Dwi Apriyanto melalui Zainadi.

Dengan selesainya tapal batas ini, nantinya kedua belah pihak akan membuat RT/RW Kabupaten tidak terbentur oleh batas wilayah yang belum selesai, dimana tapal batas ini termasuk juga syarat utama pemekaran Kabupaten, Kecamatan, dan Dusun/ Desa. Makanya perlu sekali penyelesaian batas ini. (*)

Baca juga: Cuaca di Kota Jambi Besok Rabu Hingga Malam Hari Diperkirakan akan Berawan

Baca juga: Polres Batanghari Susun Strategi Penanganan Karhutla, 8 Klaster Tiap Kecamatan

Baca juga: Kapolres Batanghari: Utamakan Pencegahan Karhutla, Jika Terjadi Konsekuensi Tetap Ada

Penulis: Muzakkir
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved