Berita Nasional

Menakjubkan, Burung Pelanduk Kalimantan Akhirnya Ditemukan di Hutan Kalsel, Setelah 172 Tahun Hilang

Burung Pelanduk Kalimantan yang sangat langka akhirnya ditemukan warga setelah 172 tahun hilang.Burung ini bernama latin Malacocincla Perspicillata. 

Editor: Rahimin
(Muhammad Rizky Fauzan)
Foto pertama burung Pelanduk Kalimantan (Malacocincla Perspicillata), setelah tidak terlihat selama 172 tahun, di Kalimantan Selatan, Oktober 2020. Menakjubkan, Burung Pelanduk Kalimantan Akhirnya Ditemukan di Hutan Kalsel, Setelah 172 Tahun Hilang 

Burung Pelanduk Kalimantan Akhirnya Ditemukan di Hutan Kalsel, Setelah 172 Tahun Hilang

TRIBUNJAMBI.COM - Burung Pelanduk Kalimantan yang sangat langka akhirnya ditemukan warga setelah 172 tahun hilang. Burung ini bernama latin Malacocincla Perspicillata

Penemuan burung langka ini, dianggap ahli sebagai "teka-teki terbesar dalam ornitologi Indonesia". 

Kalangan peneliti menyambut antusias penemuan itu dan dipandang bisa menjadi momentum bagi penelitian dan pelestarian satwa langka di Indonesia.

Burung Pelanduk awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh dua warga di Kalimatan Selatan, Muhammad Suranto dan Muhammad Rizky Fauzan, Oktober 2020 lalu.

Saat itu, Suranto dan Rizky Fauzan mengumpulkan hasil hutan di daerah yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Isma dan Bayinya Ditahan di Rutan Lhoksukon Aceh Utara, Divonis 3 Bulan Karena Melanggar UU ITE

Penyuap Rizal Djalil Divonis 2 Tahun Penjara,  Beri Uang Suap Setelah Menang Proyek SPAM

Wulan Guritno Pilih Ceraikan Suami, Masa Lalunya Terbongkar: Waktu Itu Kan Dijodohin Sahabat Gue!

Tak sengajar mereka menemukan jenis burung yang tidak dikenal. Mereka menangkap dan melepaskannya setelah mengambil beberapa foto.

Mereka lantas menghubungi kelompok pengamat burung setempat, BW Galeatus dan Birdpacker, yang menduga burung itu mungkin Pelanduk Kalimantan yang hilang.

Hal ini dikonfirmasi setelah berkonsultasi dengan ahli ornitologi dari Indonesia dan sekitarnya.

"Rasanya tidak nyata mengetahui bahwa kami telah menemukan spesies burung yang oleh para ahli dianggap punah. Ketika kami menemukannya, kami sama sekali tidak menyangka akan seistimewa itu - kami pikir itu hanyalah burung yang belum pernah kami lihat sebelumnya," kata Rizky Fauzan, dikutip dari rilis Oriental Bird Club. 

'Sungguh menakjubkan' - dijelaskan ahli burung pada 1850

Dalam bahasa Inggris Burung Pelanduk yang disebut sebagai black-browed babbler itu dijelaskan oleh ahli burung Prancis terkenal, Charles Lucien Bonaparte, pada 1850 berdasarkan spesimen yang dikumpulkan pada 1840-an oleh ahli geologi dan naturalis Jerman, Carl A.L.M. Schwaner selama ekspedisinya ke Hindia Timur.

Burung Pelanduk Kalimantan saat difoto pada Oktober 2020.
Burung Pelanduk Kalimantan saat difoto pada Oktober 2020. ((Muhammad Rizky Fauzan))

Sejak saat itu, tidak ada spesimen atau penampakan lain yang dilaporkan dan asal muasal spesimen jenis tersebut diselimuti misteri.

Malah, pulau tempat pengambilannya tidak jelas. Tadinya diduga di Jawa, namun pada 1895 ahli ornitologi Swiss, Johann Büttikofer, menunjukkan Schwaner berada di Kalimantan pada saat penemuan spesies itu.

"Penemuan sensasional itu menegaskan bahwa burung ini berasal dari Kalimantan di bagian tenggara. Ini mengakhiri kebingungan selama seabad soal asal-usulnya," kata Panji Gusti Akbar dari kelompok konservasi burung Indonesia, Birdpacker, dan juga penulis utama makalah yang memberikan secara rinci tentang penemuan kembali burung itu, yang diterbitkan hari ini oleh Oriental Bird Club, lembaga amal konservasi burung yang berbasis di Inggris melalui jurnalnya, BirdingASIA.

Atta Halilintar Nekat Mau Masuk Kamar Aurel Malam Hari, Putri Anang Hermansyah Langsung Histeris

Duda Digerebek Berduaan dengan Wanita Muda Berujung Dinikahkan, Kondisinya Nyaris Tanpa Busana

Pegawai Imigrasi Ketahuan Bercinta dengan Istri Orang di Hotel, Nasib Keduanya kini Harus Dipenjara

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved