Breaking News:

Sejarah Indonesia

Bukan Soeharto Atau Hamengkubuwono IX Sosok Pemrakarsa Serangan Umum 1 Maret 1949, Ini Versi Batara

Sejarah yang selalu diperingati dengan nama Serangan Umum 1 Maret 1949, akan jatuh di hari Senin besok untuk kembali diingat.

Kolase
Sultan Hamengku Buwono IX dan Seoharto 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah yang selalu diperingati dengan nama Serangan Umum 1 Maret 1949, akan jatuh di hari Senin besok untuk kembali diingat.

menjadi peristiwa bersejarah yang tercatat pascakemerdekaan Indonesia.

Dikutip Tribunjambi.com dari Wikipedia. Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadi suatu kisah heroik TNI bersama masyarakat sipil dalam merebut kembali wilayah Indonesia dari tangan Belanda.

Konflik yang melibatkan Indonesia dan Belanda itu menjadi awal cerita Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Baca juga: Kisah TNI Rebut Yogyakarta dengan Waktu 6 Jam dari Tangan Belanda Dalam Serangan Umum 1 Maret 1949

Baca juga: Ramalan Zodiak Harian Awal Bulan 1 Maret 2021, Soal Peruntungan dan Cinta, Virgo Mulai Bisnis

Baca juga: Sejarah Serangan 1 Maret 1949, Indonesia yang Geram dan Serang Balik Belanda, Besok Akan Diperingati

Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan serangan yang dilakukan secara besar-besaran oleh tentara Indonesia terhadap Belanda.

Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan respons militer Indonesia atas peristiwa Agresi Militer Belanda II yang terjadi sebelumnya.

Melalui Serangan Umum 1 Maret 1949 ini, rakyat Indonesia ingin merebut kembali Ibu Kota Yogyakarta dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih eksis.

Dari banyaknya kabar yang beredar., bahwa Serangan Umum 1 Maret 1949 sendiri digagas oleh Menteri Pertahanan kala itu, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk mematahkan propaganda Belanda.

Dimana Belanda mengklaim Indonesia sudah musnah setelah Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX (profilbos)
Sri Sultan Hamengku Buwono IX (profilbos) ()

Gagasan Sri Sultan Hamengkubuwono IX itu kemudian langsung diterima Panglima Jenderal Soedirman dan ditindaklanjuti dengan memerintahkan Letkol Soeharto untuk melaksanakan serangan kilat selama enam jam.

Halaman
1234
Penulis: Andreas Eko Prasetyo
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved