Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Peluang Usaha dan Bagaimana Jambi Dibentuk
Tribun Jambi berhasil mewawancarainya mengenai peluang usaha, dan bagaimana Kota Jambi akan dibentuk. Berikut hasil dialog tim Tribun Jambi dengan Wak
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Kita datang ke suatu tempat yang menarik, dia berada di perkotaan yang didukung dengan infrastruktur modernnya baik. Namun mereka tidak tercabut dari akar budayanya. Di situlah letak keunikannya.
Kita kota Jambi ini sebagai budaya Melayu, tidak boleh tercabut dari kultur melayunya. Seperti di seberang itu kita tidak boleh mencabut khas melayunya.
Disitu terkenal dengan religi, didirikan banyak pesantren jauh sebelum Indonesia merdeka, ini menjadi heritage.
Dan hari heritage yang ada itu harus kita jaga, dan terus kita eksplorasi lagi. Untuk memperkenalkan budaya Jambi secara umum. Supaya anak-anak muda kita cinta.
Satu sisi kita mau mengembangkan ekowisata kita supaya turis datang. Di sisi lain kita tidak boleh menghilangkan kultur budaya kita.
Nanti banyak turis ke sini, apalagi lagi kalau bandara kita sudah internasional. Mereka memakai baju yang tidak sesuai dengan budaya kita, malah kita sudah mengikuti mereka terlebih dahulu. Itu yang tidak boleh.
Biarkan mereka seperti itu, kita tetap dengan budaya kita. Caranya seperti apa, bentengi karakter akhlak dan budaya anak-anak kita.
Kita boleh maju, contoh yang baik baiknya saja. Selebihnya kita tidak usah ikuti. Kalau itu kita jaga insyaallah Kota Jambi menjadi kota yang menjadi tujuan tempat wisata.
Dengan begitu orang ingin melihat bagaimana sih kehidupan budaya melayu Jambi. Tentang rumahnya seperti apa, membuat batik Jambi itu seperti apa.
Maka dari itu diperlukan promosi yang cukup besar, dengan strategi promosi digitalisasi. Lalu dibuat secara digital dan bisa diakses oleh semua orang.
Tribun Jambi: Dahulu kan belum ada wabah, sekarang kan sudah ada wabah Covid-19 yang belum tahu hingga kapan berakhir. Bagaimana cara pembangunan kedepannya? Ada nggak semacam inovasi visi untuk mengatasi ini?
Maulana: Ya kita melakukan penyesuaian terhadap kondisi. Seperti di perhotelan, supaya dapat berkembang mereka harus berinovasi dengan cara membuat kegiatan namun tidak melanggar protokol kesehatan.
Termasuk juga di bidang usaha yang lain, termasuk pendidikan. Maka itu kita dorong juga di usaha mikro kecil menengah.
investasi yang berkurang dari usaha yang besar maka kita mengembangkan usaha kecil dengan cara kita dorong terus.
Tribun Jambi: Seperti yang kita gambarkan sebelumnya, Kota Jambi butuh waktu berapa lama untuk maju seperti apa yang kita bicarakan di awal?