Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Peluang Usaha dan Bagaimana Jambi Dibentuk

Tribun Jambi berhasil mewawancarainya mengenai peluang usaha, dan bagaimana Kota Jambi akan dibentuk. Berikut hasil dialog tim Tribun Jambi dengan Wak

Tribunjambi/Rara
Wawako Maulana 

Tetapi sekarang kan mendesak, kalau kita tidak bergabung dan melakukan digitalisasi usaha kita akan ditinggalkan. Karena orang lebih memilih yang aman terhadap kesehatannya.

Kesehatan terlindungi, tetapi kebutuhan terpenuhi.

Tribun Jambi: Tentang arah pembangunan Kota Jambi, berdasarkan data yang kami baca pertumbuhan kota di kepemimpinan Pak Fasya dan Pak Maulana ini tumbuhan yang cepat sekali.

Apa yang kira-kira masih mau dicapai, diraih, dan belum tercapai?

Maulana: Sesuai dengan visi misi saya dan Pak Wali, yang ketiga ada pemenuhan infrastruktur perkotaan.

Sebuah kota akan maju apabila standar infrastrukturnya memenuhi syarat. Misalnya akses antar kecamatan di kota ini tidak ada lagi yang tidak bagus. Contoh, daerah seberang sekarang kita lebarkan jalannya supaya aksesnya terbuka.

infrastruktur pendidikan seperti sekolah-sekolah, pelayanan publik, akan terus kita bangun. Insya Allah selesai, di pertengahan masa kepemimpinan kami berdua.

Kalau infrastruktur ini sudah selesai, kita akan merambah lagi pengembangan infrastruktur lain termasuk Danau Sipin. Danau Sipin yang mana sebagai tempat pengembangan ekowisata.

kalau infrastruktur ini sudah bagus semua, maka orang luar nJambi akan datang ke Jambi, insya Allah.

Di sisi lain tetap kita dorong dunia usaha, investasi. Misalnya, kita ingin mengadakan acara nasional. Kita minimal memiliki 1000 tempat tidur hotel. Hal-hal seperti itu kita dorong, supaya Kota Jambi bisa berbicara di tingkat nasional. Ketika ada acara kita siap.

Lalu kita kembangkan potensi-potensi UMKM mikro. tetapi membangun infrastruktur itu penting membangun karakter anak-anak kita itu juga penting.

Makanya kita dorong berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan, dari semua agama. Misalkan program kita mensejahterakan guru guru ngaji, guru-guru agama di sekolah.

Jadi keseimbangan antara pembangunan fisik seperti infrastruktur, pembangunan akhlak dan budaya itu juga penting.

Karena kenapa Bali itu bisa maju di pariwisata, infrastruktur pariwisata nya didorong, tetapi masyarakatnya masih menjaga kultur budaya.

Kita melihat daerah-daerah yang tercabut akar budayanya, justru tidak jadi tempat wisata yang menarik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved