Breaking News:

Berita Muarojambi

Kemungkinan Memasuki Musim Kemarau, Muarojambi Terus Antisipasi Timbulnya Titik Api 

Tim gabungan penanganan karhutla di Kabupaten Muarojambi terus saja melakukan antisipasi terhadap timbulkan titik api kebakaran hutan

tribunjambi/hasbi sabirin
Dimungkin Memasuki Musim Kemarau, Gabungan Penanganan Karhutla di Muarojambi Terus Antisipasi Timbulnya Titik Api  

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Tim gabungan penanganan karhutla di Kabupaten Muarojambi terus saja melakukan antisipasi terhadap timbulkan titik api kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau akan tiba.

Lihat saja, dari pihak kepolisian, TNI dan BPBD Kabupaten Muarojambi terus melakukan pemantauan lokasi yang dianggap rawan terjadinya karhutla.

Pada Selasa kemarin, mereka meninjau area revitalisasi kanal di lahan gambut untuk cegah karhutla di Desa Pulau Mentaro Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi.

Selain revitalisasi kanal di lahan gambut untuk mencegah karhutla, mereka juga melakukan penyekatan kanal untuk memudahkan dalam pendistribusian air jika dimungkinkan terjadi karhutadi lahan gambut tersebut.

"Biasanya lahan gambut itu terbakar sangat sulit dipadamkan, karena pasokan air, untuk itu kita berserta satgas penanganan karhuta Muarojambi melakukan penangana air secara dini,dengan merevitalisasi sekat kanal diharapkan akan membasahi lahan gambut serta membuat ketinggian muka airnya sehingga selalu basah," kata Kasubag Humas Polres Muarojambi AKP Amradi Rabu (24/2/2021).

Ia juga menuturkan karhutla ini terjadi karena faktor kesengajaan dan kelalaian manusia, untuk membuka lahan atau kelalaian dan sebagainya.

"Kedepan kita akan awasi betul kegiatan masyarakat dalam membuka lahan, dan kita selalu imbau jangan buka lahan dengan cara membakar, karena ini sangat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat kita," tuturnya.

Ia menyampaikan masih adanya kegiatan penebangan hutan secara liar terbukti ketika Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto bersama TNI, Polri, dan BPBD meninjau lokasi sekat kanal lahan gambut yang akan direvitalisasi siang tadi.

"Patroli menemukan gubuk yang diduga digunakan pembalak kayu, yang melarikan diri ketika melihat petugas datang dari jauh," ucap  Amradi. 

Amradi menerangkan untuk menuju lokasi kanal lahan gambut bukanlah hal yang mudah. Tim gabungan harus melewati lahan gambut yang permukaannya labil.

"Lahan gambut cukup berat untuk dicapai, karena di kanal banyak terdapat potongan-potongan kayu, dan kaki akan terbenam bila menginjak lahan gambut. Kanal di lahan gambut menuju ke hulu memiliki elevasi tanah yang berbeda, sehingga untuk mencapai hulu, petugas mesti mengangkat kapal ke kanal yang lebih tinggi. Demikian pula sebaliknya saat akan kembali ke hilir," terangnya. (tribunjambi/hasbi sabirin)

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved