Apa Itu Operasi Seroja? Ini Peran Prabowo Dalam Pertempuran Hadapi Fretilin di Timor Timor

Prabowo sukses dalam operasi seroja bersama pasukannya yang kala itu masih bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Editor: Heri Prihartono
Capture YouTube
Operasi Seroja 1975 Apa Itu Operasi Seroja? Peran Terbaik Prabowo Dalam Pertempuran Hadapi Fretilin di Timor Timor 

TRIBUNJAMBI.COM - Prabowo Subianto namanya tak akan terlupakan dalam operasi seroja di Timor Timor (sekarang Timor Leste).

Prabowo sukses dalam operasi seroja bersama pasukannya yang kala itu masih bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Diketahui jika operasi seroja adalah invasi Indonesia ke Timor Timor yang dimulai pada 7 Desember 1975.

Saat itu alasan adanya operasi seroja karena kondisi Timor Timur mencekam karena munculnya banyak kelompok bersenjata yang bermunculan.

Saat Timor Timur masih tergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sejumlah gangguan bermunculan.

Saat itu kelompok yang berusaha mendapatkan kemerdekaan bagi Timor Timur adalah Fretilin.

Dilansir dari buku 'Jenderal M Jusuf Panglima Para Prajurit' karya Atmadji Sumarkidjo, Prabowo Subianto dan pasukannya diturunkan setelah TNI menerjunkan pasukan gabungan yang dinamai Batalyon Parikesit.

Prabowo Subianto beserta pasukannya  saat itu membantu misi pasukan gabungan Yon Parikesit yang berisikan prajurit dari kesatuan elit macam Kopassandha (Kopassus), Marinir serta Kopasgat (Paskhas)

Prabowo Subianto dalam operasi seroja  memburu presiden Fretilin, Nicolao Lobato.

"Tangkap Nicolao Lobato, hidup atau mati!" ujar panglima kepada Kolonel Dading Kalbuadi selaku komandan operasi Seroja.

Konsep perburuan Yon Parikesit cukup modern dengan menggunakan taktik Mobile Udara (Mobud) dimana pasukan akan diterjunkan menggunakan helikopter melalui tali (fast ropping) di titik pendaratan.

Saat itu pertempuran Yon Parikesit terjadi di kawasan Laklobar dan Soibada.

Di sana tim ABRI langsung berhadapan dengan pasukan pengawal Lobato.

Pasukan elit Nanggala-28 pimpinan Kapten Prabowo Subianto bergabung dengan Kompi Yonif Linud 700 Kodam XIV, satu kompi Yonif Linud 401 Banteng Raiders dan Batalyon 744 Somodok pimpinan Mayor Yunus Yosfiah.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved