Breaking News:

Berita Kota Jambi

Penanganan Karhutla di Jambi, Pj Gubernur Rapat Bersama Dengan Presiden

Untuk arahan Presiden, Hari mengatak  pihanknya lebih  diarahkan pada antisipasi. Hal ini karena ada peluang sisi anggaran

Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini
Zulkifli
Pj Gubernur Jambi Rapat Bersama Dengan Presiden Terkait Karhutla 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pejabat daerah Provinsi Jambi mengikuti rapat virtual dengan Presiden RI Joko Widodo terkait pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Rapat virtual diikuti Pj Gubernur,Kapolda, dan Danrem, Senin Sore (22/2/2021).

Hal utama yang ditekankan adalah pencegahan karhutla mulai dari kebakaran dan asap terkecil. 

Komandan Korem 042 Garuda Putih Brigjen TNI M. Zulkifli mengatakan, pada bulan Maret ini kemungkinan pihaknya bersama Polda dan Dinas Kehutanan dan BPBD akan segera mengecek perlengkapan perusahaan, disamping juga menyiapkan alat yang dimiliki instansi pemerintah. 

"Akan kita cek ulang agar kita yakini mereka siap antisipasi kehutanan, terakhir kita cek pada 2020 lalu," ujarnya sesudah rapat virtual (22/2).

Disamping itu langkah sama dengan tahun lalu yang akan diterapkan yakni pembentukan klastering perusahaan dengan yang lokasinya berdekatan. Ini berguna untuk mengantisipasi dan menanggulangi bersama karhutla.

Selain itu, monitoring pencegahan karhutla sampai tingkat Bintara Bina Desa (Babinsa) akan tetap diaktifkan bersama tokoh masyarakat di desa setempat. "Prinsipnya tahun kemarin kita siaga asap jika ada asap langsung kejar penyebabnya," katanya.

Ditempat yang sama Kapolda Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengatakan, akan dilakukan optimalisasi berupa revitalisasi sekat kanal bersama dengan pengelola hutan. "Kami dan Danrem akan kerahkan anggota, tujuan revitalisasi sekat yakni agar menjaga tinggi muka air tanah agar area tetap basah," ujarnya.

Setidaknya, jelas Rachmad, pada Februari ada 4 asap yang ditemukan, yakni 2 kejadian di tanjabbarat. "Diantaranya satu pelaku pembakaran sudah ditangkap dan ditahan luasnya 1,2 hektar," ucapnya.

Sementara sisanya berada di Tanjabtim dan Muaro Jambi. Ia menjelaskan, seperti lokasi di Muaro Jambi jauh di pertengahan lahan gambut, untuk mencapai lokasi jauh dan butuh kapal yang berlayar pada sekat kanal. Daerah jauh ini beresiko adanya pelaku ilegal loging yang berasal dari wilayah selatan,  bahkan di lapangan ditemukan kompor konsumsi mereka, dan pembakaran kayu mengusir nyamuk.

Lahan gambut juga menjadi lokasi yang berbahaya untuk karhuta. Kapolda bahkan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati di lahan ini. "Kami himbau pencari kayu, pencari burung, pemancing selama musim panas agar tak masuk lokasi rawan karhutla," jelasnya.

Ditambahkan, Penjabat (Pj) Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Ningsih bahwasanya untuk persiapan dan antisipasi, sudah ada beberapa upaya yang dilakukan. Seperti terkait pengklasteran perusahaan. Untuk daerah yang jadi perhatian Hari menyebut ada beberapa kabupaten. "Ada empat lokasi yang jadi perhatian seperti tanjab barat, tanjabtimur, batanghari dan muaro Jambi. Serta satu daerah yang turut diperhatikan yakn sedikit (kenungkinan karhutla) di Tebo," katanya.

Untuk arahan Presiden, Hari mengatak  pihanknya lebih  diarahkan pada antisipasi. Hal ini karena ada peluang sisi anggaran jika ada api kecil maka dana desa bisa digunakan untuk mengantisipasi. "Kalau ini bisa dilakukan api tak akan tumbuh sampai besar,  pada level kecil bisa ditangani di level desa agar tidak sampai besar," pungkasnya. 
 

--

Baca juga: GERAM Ditanya Pernikahannya dengan Atta Halilintar, Aurel Kepikiran Kondisi Ashanty yang Memburuk?

Baca juga: China Buat Pangkalan Militer Dekat Indonesia, AS Geram Ajak Jokowi & Negara Asia Lain Lawan Tiongkok

Baca juga: Spoiler Manga One Piece Chapter 1005, Siapa Sosok yang Bakal Muncul? Ayah Zoro atau Vegapunk?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved