Breaking News:

Viktor Bungtilu Tak Berkutik, NTT Termiskin ke 3 se Indonesia, DPRD: Janji Gubernur Masih 'Mimpi'

Gubernur Nusa Tengara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi tak bisa lagi mengelak setelah BPS merilis hasil surveinya.

KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. 

"Statistik pasti berpatokan pada kriteria rumah lantai tanah dan rumah tanpa listrik, maka dianggap wajar kalau angka kemiskinan di NTT ukuran nya seperti itu," katanya.

"Oleh karena itu kami selaku anggota DPRD Provinsi NTT Komisi V yang bersentuhan dengan mitra penanganan kemiskinan seperti Dinas sosial mendorong Gubenur atau pemerintah fokus membangun rumah sederhana layak huni dan dipaketi meteran listrik," tambahnya.

Hal tersebut, kata dia, sumber dananya bisa dikolaborasikan dari APBD Provinsi dan APBD kabupaten kota dan Dana Desa.

Menurutnya, jika pemerintah mampu membangun kolaborasi seperti maka angka kemiskinan tersebut bisa berkurang. Jika rumah sederhana dan listrik sudah merata di setiap desa dan kampung, maka selanjutnya memantapkan kualitas dan kuantitas pendidikan.

"Apa yang dirilis BPS saat ini tidak salah. Yang salah pemerintah tidak fokus melihat akar masalah dan kriteria miskin yang menjadi acuan BPS. Dengan demikian janji gubernur dan wakil gubernur masih dianggap 'mimpi'," ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD NTT yang membidangi perekonomian, Thomas Tiba menyebut, akumulasi kondisi pandemi covid-19 memberikan implikasi langsung pada naiknya angka kemiskinan di NTT dari 20,62% menjadi 21,21% pada September 2020.

Politisi Golkar itu menyebut, saat NTT menerapkan kebijakan social distancing sejak Maret hingga akhir 2020, kondisi ekonomi NTT cenderung mengalami kontraksi walaupun sektor pertanian memberikan kontribusi positif hingga 16% plus minus.

"Kebijakan refocusing anggaran berakibat pada desain pembangunan untuk menurunkan angka kemiskinan tidak berjalan sesuai rencana sector sector penggerak sector ekonomi tidak dapat diintervensi secara optimal," tegasnya.

Ia membandingkan, strategi pembangunan NTT untuk menurunkan tingkat kemiskinan yang dilakukan pemerintah pada 2019 dengan menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi dengan basis rantai pasok yakni pertanian, peternakan dan perikanan dengan program utama seperti budidaya ikan kerapu 10 juta ekor, program TJPS untuk mendorong industry pakan ternak, meningkatkan populasi ternak kecil, ternak besar dan ternak unggas proyeksi 3 juta wisatawan serta mempercepat pembangunan inftastruktur jalan dengan tujuan memperpendek waktu tempuh, melancarkan arus distribusi barang dan jasa telah berdampak pada turunnya angka kemiskinan dari 21,09 persen pada Maret 2019 menjadi 20,62 persen pada September 2019. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Provinsi NTT Provinsi Termiskin Ketiga se Indonesia, DPRD : Janji Gubernur dan Wagub Masih "Mimpi".

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved