Breaking News:

Berita Kota Jambi

Kritis, Kondisi Helmi Mahasiswa UIN Korban Pengeroyokan di Handil, Andalkan Alat Bantu Nafas

Sebelumnya, Yandriadi, satu di antara pihak keluarga juga sempat menginformasikan, bahwa Helmi telah meninggal dunia.

Istimewa
Foto ilustrasi pengeroyokan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pascamengalami pengeroyokan hingga kritis, Helmi Agustin, mahasiswa UIN Sultan Thaha Sayfuddin Jambi, korban pengeroyokan di kawasan Kebun Handil, Jelutung, Minggu (14/2/2021) dini hari masih terbaring di Rumah Sakit Raden Mattaher.

Sebelumnya, Yandriadi, satu di antara pihak keluarga juga sempat menginformasikan, bahwa Helmi telah meninggal dunia.

Namun, sekira kurang lebih 40 menit setelah memberi informasi tersebut, ia kembali mengkonfirmasi, bahwa Helmi masih hidup dengan dibantu oksigen

"Ternyata tidak meninggal, dan masih keritis, kayak mujijat," kata Yandriadi, Jumat (19/2/2021) sore.

Pihak keluarga sempat mengatakan Helmi meninggal dunia, hingga akhirnya memberi klarifikasi bahwa Helmi masih kritis, saat diberi alat bantu nafas.

Saat ini, kondisi Helmi hanya dibantu alat pernafasan, atau oksigen.

"Iya, kalau badan sudah tidak berdaya, hanya dibantu alat nafas, ya sudah mati semua bandannya, cuman dibantu oksigen saja," bilangnya.

"Makanya sempat dikira sudah meninggal dunia," tambahnya.

Diketahui, Helmi merupakan korban pengeroyokan oleh sekelompok orang, di kawasan Kebun Handil, Jelutung beberapa waktu lalu.

Kata Yandriadi, insiden tersebut berawal saat Helmi dan satu orang rekannya melintas di lokasi mengendarai sepeda motor.

Kemudian, Helmi melihat terjadi keributan, penasaran dengan hal tersebut, Helmi kemudian mencoba mendekat dan melihat.

Namun, tanpa sebab, keributan terjadi, hingga akhirnya sekelompok orang tersebut langsung melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban kritis.

"Jadi memang tidak saling kenal, biasalah orang lagi ribut, penasaran dan dilihat la sama almarhum ini, ternyata malah terjadi keributan," jelas Yandriadi.

Informasinya, saat ini pihak Kepolisian Sektor Jelutung telah berhasil mengamankan 4 pelaku pengeroyokan.

Baca juga: Unik Pegunungan di Batang Asai Sarolangun Hasilkan Air Asin, Bisa Hasilkan Garam, Dikenal Garam Inum

Baca juga: ACT Ajak Masyarakat Bantu Penyintas Kebakaran Purwodadi Bangkit Kembali

Baca juga: Bayi 14 Hari Dijual Seharga Rp 28 Juta, Orangtua Bayi Awalnya Menjual Rp 5 Juta dan Dibeli Agen

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved