Breaking News:

Berita Kota Jambi

Empat Terduga Penganiaya Helmi Mahasiswa UIN hingga Kritis, Diringkus Satreskrim Polsek Jelutung

Keempat pelaku yakni, OF (30), WMA (20), DP (20) dan FAB (20), diringkus petugas pada Selasa (16/2/2021) lalu.

Istimewa
Foto ilustrasi pengeroyokan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Unit Reskrim Polsek Jelutung berhasil meringkus 4 pelaku pengeroyokan terhadap Helmi Agustin, mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi hingga kritis, Minggu (14/2/2021) lalu.

Keempat pelaku yakni, OF (30), WMA (20), DP (20) dan FAB (20), diringkus petugas pada Selasa (16/2/2021) lalu.

"Benar kita sudah tangkap empat pelaku pengeroyokan terhadap Helmi," kata Kapolsek Jelutung, Iptu Aidil, Jumat (19/2/2021) sore.

Saat ini, keempat pelaku telah berada di Mapolsek Jelutung, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku mengakui perbuatannya, dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Kata Aidil, insiden pengeroyokan hingga menyebabkan Helmi, yang belakangan diketahui sebagai mahasiswa semester 6 di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi berawal dari kesalahpahaman.

Dimana, saat itu korban dan pelaku saling lihat, kemudian terlibat cekcok mulut hingga berakhir pada pengeroyokan terhadap Helmi.

Helmi akhirnya mengalami kritis, usai mendapat pukulan kayu ukuran 46 dibagian kepala.

Sementara itu, dari keterangan Yandriadi, satu diantara pihak keluarga mengatakan, keributan tersebut berawal saat  Helmi dan satu orang rekannya melintas di lokasi mengendarai sepeda motor.

Kemudian, Helmi melihat terjadi keributan, penasaran dengan hal tersebut, Helmi kemudian mencoba mendekat dan melihat.

Namun, tanpa sebab, keributan terjadi, hingga akhirnya sekelompok orang tersebut langsung melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban kritis.

"Jadi memang tidak saling kenal, biasalah orang lagi ribut, penasaran dan dilihat la sama almarhum ini, ternyata malah terjadi keributan," jelas Yandriadi.

Yandriadi menjelaskan, hingga saat ini, Helmi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi.

Kondisi Helmi saat ini,  hanya dibantu alat pernafasan, atau oksigen.

"Iya, kalau badan sudah tidak berdaya, hanya dibantu alat nafas, ya sudah mati semua bandannya, cuman dibantu oksigen saja," bilangnya.

Baca juga: UMKM Kuliner Snova Senja Cookies Hadirkan 15 Varian Produk

Baca juga: Hari Pertama di Jambi, Pj Gubernur Hari Nur Cahya Murni Ungkap Langkah yang Akan Dia Lakukan

Baca juga: Pasien Positif Corona di Merangin Bertambah 17 Orang Hari Ini, Jumat 19 Februari 2021

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved