Breaking News:

Berita Batanghari

Ribuan Ikan di Aliran Sungai Kampung Tengah Mati Masal, Dinas Perikanan Batanghari Ambil Sampel

Petugas mengambil sampel ikan yang ditemukan mati mendadak dan sempat menghebohkan warga setempat beberapa waktu lalu.

Tribunjambi/Musa
Ribuan ekor ikan di Sungai Kampung Tengah mati 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Petugas dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Batanghari telah turun ke Sungai Kampung Tengah RT 23 Kelurahan Teratai.

Petugas mengambil sampel ikan yang ditemukan mati mendadak dan sempat menghebohkan warga setempat beberapa waktu lalu.

Sampel ikan dan air selanjutnya dikirimkan ke Laboratorium di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jambi guna diperiksa penyebab ikan yang ditemukan mati mendadak itu.

Baca juga: Profil Singkat Hari Nur Cahya Murni, Perempuan Pertama Penjabat Gubernur Jambi

Baca juga: Ombudsman Jambi Terima 114 Laporan, Berikut Lembaga dan Instansi Terbanyak Dilaporkan

Baca juga: Disebut Mirip Arya Saloka, Finalis The Voice Kids Ghatfaan Rifki Curi Perhatian Isyana Sarasvati

Plt Kabid Produksi Perikanan Dinas PKP Kabupaten Batanghari, Dian Nopita mengatakan bangkai ikan di Sungai Kampung Tengah akan diketahui penyebabnya beberapa hari ke depan.

Katanya, jika penyebab matinya ikan itu dari tangan manusia pihaknya akan mengordinasikan bersama pihak kepolisian setempat.

“Jika memang benar perbuatan itu dari oknum yang tidak bertanggungjawab maka kita akan komunikasikan dengan aparat keamanan,” kata Dian Nopita Selaku Plt Kepala Bidang Produksi Perikanan DPKP Kabupaten Batanghari, Kamis (18/2/2021).

Kemudian, pihaknya juga koordinasikan bersama pemerintah provinsi untuk mengantisipasi kejadian yang serupa untuk kedepannya.

Agar nanti tidak ada kegiatan yang merusak ekosistem sungai.

“Kita akan bentuk kelompok pengawas masyarakat (Poswasmas) dan pasang papan larangan di lokasi sungai yang memiliki potensi ikan yang patut dilestarikan,” katanya.

Kemudian, poswasmas ini dibentuk untuk melakukan pengawasan disekitar sungai, pastinya yang terlibat itu dari aparat desa, masyarakat dan kelompok pemancing.

“Tugas dari mereka lah yang nanti kita harapkan untuk mengawasi aktivitas diperairan umum, jika sudah dibentuk,” pungkasnya.

Penulis: A Musawira
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved