Berita Nasional
Hasto Ungkap Alasan Megawati Angkat SBY Jadi Menko Polkam, Walau Dituding Terlibat Tragedi Kuda Tuli
Marzuki Alie menyebut Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri kecolongan karena mengangkat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menko Polkam.
Hasto Ungkap Alasan Megwati Angkat SBY Jadi Menko Polkam, Walau Dituding Terlibat Tragedi Kuda Tuli
TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie menyebut Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri kecolongan karena mengangkat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menko Polkam.
Menjawab hal itu, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menceritakan alasan ketua umumnya Megawati Soekarnoputri kala menjabat Presiden kelima RI yang SBY sebagai Menko Polkam.
Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pernyataan Marzuki Alie soal pernyataan SBY yang mengatakan Megawati kecolongan dua kali saat pilpres 2004.
• AHY Sebut Ada Kelompok Ingin Memecah Hubungan SBY-Jokowi, Ada Yang Mau Seseorang Jadi Capres 2024
• Kronologi Ditangkapnya Kompol Yuni Purwanti & 11 Anak Buahnya Kasus Narkoba, Propam Turun Tangan
• Kebakaran di Tanjabbar, 11 Rumah di Tebing Tinggi Terbakar, 1 Orang Tim Pemadam Meninggal Dunia
Diceritakan Hasto, saat itu beberapa elite PDI-P mempertanyakan keputusan Megawati menunjuk SBY sebagai menterinya. Hasto memperoleh cerita tersebut dari Cornelis Lay.
Ia bilang, SBY dianggap terlibat dalam tragedi Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kuda Tuli) yang memporak-porandakan Kantor DPP PDI (nama PDI-P di era Orde Baru).
Selain dianggap terlibat peristiwa Kuda Tuli, SBY juga dipermasalahkan karena merupakan menantu Sarwo Edhie Wibowo yang dianggap bersebrangan dengan Presiden Sukarno di era Orde Lama.
“Namun sikap Megawati Soekarnoputri yang lebih mengedepankan rekonsiliasi nasional dan semangat persatuan lalu mengatakan ‘Saya mengangkat Pak SBY sebagai Menko Polkam bukan karena menantu Pak Sarwo Edhie’,” kata Hasto menirukan ucapan Megawati dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

“Saya mengangkat dia karena dia adalah TNI, Tentara Nasional Indonesia. Ada 'Indonesia' dalam TNI sehingga saya tidak melihat dia menantu siapa. Kapan bangsa Indonesia ini maju kalau hanya melihat masa lalu?” tutur Hasto yang masih menirukan ucapan Megawati.
Menurut Hasto, saat menyusun Kabinet Gotong Royong bersama Hamzah Haz, Megawati lebih mengedepankan spirit persatuan ketimbang ego golongan.
Bahkan, Megawati melarang masyarakat menghujat Presiden Soeharto yang telah lengser.
“Saya tidak ingin bangsa Indonesia punya sejarah kelam, memuja Presiden ketika berkuasa, dan menghujatnya ketika tidak berkuasa’. Begitu kata Ibu Megawati penuh sikap kenegarawanan sebagaimana disampaikan Prof. Cornelis kepada saya," tutur Hasto.
• Jennifer Jill Rupanya Sempat Beri Pengakuan Sehari Sebelum Ditangkap: Gue Injek Dia di Depan Polisi!
• Teddy Mulai Ketar-Ketir, Putri Sule Bocorkan Jumlah Aset Dibawa Eks Suami Lina: Tolong Dikembalikan!
• Bukti Nissa Sabyan Jadi Orang Ketiga Diungkap Istri Ayus Sabyan, Pantas Ngotot Ajak Cerai, Tega!
Sebelumnya Marzuki mengungkapkan pernyataan SBY yang mengatakan Megawati kecolongan dua kali saat Pilpres 2004.
Kala itu Megawati mencalonkan sebagai presiden bersama Hasyim Muzadi sebagai wakilnya, namun kalah dari SBY-Jusuf Kalla.
Saat itu SBY dan Kalla sama-sama menjabat sebagai menteri di kabinet yang dipimpin Megawati.