Breaking News:

Berita Tebo

10 Camat di Kabupaten Tebo Jadi Saksi Sidang Korupsi Pengadaan LPJU

10 orang Camat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tebo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi Mark Up

tribunjambi/dedi nurdin
Kejaksaan Negeri Kabupaten Tebo menahan Saefudin Zuhri (SZ) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi mark-up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan mengunakan Dana APBDes di Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2017. Saefudin Zuhri ditahan sejak hari ini, Senin (19/10/2020) setelah ditetapkan sebagai tersangka. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - 10 orang Camat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tebo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi Mark Up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan menggunakan dana APBDes Desa-desa di Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2017, sidang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Kamis (18/2/2021). 

Para saksi yang berstatus sebagai Camat di Kabupaten Tebo dimintai keterangan mengenai proses pengajuan kegiatan pengadaan LPJU. Saksi diperiksa secara bersamaan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Tebo untuk terdakwa Saefudin. 

Himawan, salah satu saksi menerangkan jika pengadaan LPJU menggunakan dana APBDes. Namun, melalui pengajuan pada anggaran perubahan. 

Dalam pembahasan anggaran, kegiatan itu tidak dianggarkan. Namun, setelah adanya sosialisasi yang dilakukan terdakwa yang saat itu menjabat sebagai Staf Ahli Kementrian Desa, ada pengajuan anggaran pada pembahasan perubahan anggaran. 

Dalam proses penganggarannya, sejumlah desa kemudian mengajukan pencairan setelah anggaran diakomodir pada perubahan anggaran. 

"Permintaan dari Desa, kami hanya merekomendasikan. Melakukan Cek List," kata saksi Himawan. 

Namun, dalam proses pencairannya saksi mengatakan tidak mengetahui lagi setelah Kecamatan memberkan rekomendasi. 

"Karena pencairannya dilakukan langsung oleh Desa-Desa. Kami hanya merekomendasikan, pemerintah desa langsung ke Dinas PMD Kabupaten Tebo," kata saksi lainnya. 

Dalam kesaksiannya para Camat membenarkan adanya kegiatan pemasangan LPJU. Namun, apakah sudah sesuai atau tidak para saksi mengaku tidak tahu. 

10 camat yang dihadirkan dalam persidangan tersebut diperiksa dihadapan majelis hakim yang diketuai Hakim Erika Sari Emsah Ginting. Sementara, terdakwa Saefudin Zuhri dan Penasehat Hukumnya hanya mengikuti sidang melalui virtual. 

Mengenai keterangan para saksi di persidangan, Terdakwa tidak menyampaikan keberatan. Hanya saja ia meralat penyebutan diriny sebagai Staf Ahli Kementrian Desa. "Bukan Staf Ahli Kementrian Desa yang mulia, jabatan saya sebagai staf ahli komisi X DPR RI," katanya. 

Namun menurut para saksi saat diadakan sosialisasi mengenai LPJU di Kabupaten Tebo yang dihadiri para kepala desa dan camat, terdakwa mengaku sebagai Staf Ahli Kemendes. 

Seperti diketahui, dalam kegiatan pengadaan LPJU ditemukan kerugian negara yang nilainya mencapai 1,6 Miliar Rupiah. 

Sebagaimana hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jambi. Pada laporan Nomor : SR-70/PW05/5/2019 tanggal 26 April 2019 tentang Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi. Yakni, Mark Up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan menggunakan Dana APBDes Desa-desa di Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2017. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Rektor Universitas Jambi Luncurkan 8 Aplikasi Terintegrasi dan BPU

Baca juga: Spoiler Manga One Piece Chapter 1005, Siapa Sosok yang Akan Muncul? Ayah Zoro atau dr Vegapunk?

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tanjabtim Masih Menghkhwatirkan, Disdik Perpanjang PTM Hingga 1 Maret

Penulis: HR Hendro Sandi
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved