VIDEO Setelah Video COD di Muara Tembesi Viral, Amzi Bilang Jangan Terlalu Menghujat
Netizen banyak yang tak tahan untuk tidak berkomentar. Ada yang menghujat si konsumen tapi ada pula yang membelanya. Tribun berhasil menemui konsumen
Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM - Video interaksi seorang konsumen dan kurir ekspedisi di Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari viral.
Netizen banyak yang tak tahan untuk tidak berkomentar. Ada yang menghujat si konsumen tapi ada pula yang membelanya. Tribun berhasil menemui konsumen dan kurir tersebut.
Namanya Noppal Surdi (26). Dialah sang kurir yang mengundang empati banyak orang.
Baca juga: Spot Mancing di Sungai Kampung Tengah Tercemar, Ribuan Ikan Mati Mengambang, Ini Dugaan Penyebabnya
Baca juga: Pelabuhan Lama Sabak Timur akan Disulap Jadi Ancol, Pemkab Tanjabtim Siapkan Anggaran Rp 5,4 Miliar
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Muarojambi Tahun ini Rencakan Diklat PIM II, III dan IV
Menurutnya peristiwa tersebut kadang dialami para kurir.
“Bukan saya saja yang kena, teman-teman saya juga ada ngalami hal begitu,” kata Noppal Surdi yang sudah bekerja sebagai kurir selama 14 bulan, Jumat (12/2).
Ekspedisi tempat Noppal bekerja sudah menyelesaikan persoalan tersebut dengan marketplace yang menjual barang tersebut. "Paketnya sudah saya bawa ke kantor untuk diproses, syukurnya bisa dikirim lagi,” kata Noppal saat ditemui di tempat kerjanya.
Ia mengaku tak ingin ribut-ribut dan berharap persoalan ini berakhir dengan damai diselesaikan secara kekeluargaan.
Lalu siapa pria berbaju merah yang tampak marah-marah karena paketnya tidak sesuai pesanan? Dialah Amzi (33) warga Muara Tembesi. Ia lah yang bersikeras tak mau membayar belanjaanya kepada kurir.
Amzi (33) membeli sepasanga sepatu di sebuah marketplace secara cash on delivery (COD).
Barang yang dibeli dibayar melalui kurir ketika tiba. Kejadian yang videonya kemudian viral itu terjadi pada Selasa (9/2), sekitar pukul 16.00 WIB.
Amzi yang ditemui di kediamannya kemarin tampak santai.
Tauke sawit dan karet di Desa Ampelu itu bilang, ia menolak membayar belanjaan sebesar Rp360 ribu karena pesanannya tidak sesuai pesanan, setelah membongkar paket tersebut.
Akibatnya, akun media sosial Amzi juga istrinya dibanjiri komentar negatif dari warganet. Tapi Amzi selow. Bahkan, unggahan di media sosial Tribun Jambi pun dipenuhi komentar netizen.
Lalu apa kata Amzi? "Silakan dia mau ngomong apa, tapi saya minta satu, jangan terlalu menghujat.
Carilah bahasa yang lebih enak,” kata amzi.
Ia mengatakan ketika ada kata hujatan dirinya menyimpan dan menolak untuk menanggapi.
"Setiap ada kata hujatan saya screenshoot saya kirim ulang ke mereka," katanya.
Amzi kembali menceritakan kronologi pada Selasa itu. Ia memesan barang berupa sepatu dari media sosial melalui iklan yang tayang di laman akun medsosnya.
"Saya pesan sepatu melalui iklan yang tayang diakun medsos. Hanya saya isi identitas lalu pilih sistem pembayaran COD," kata amzi. Kata dia, kurir sehari sebelumnya sudah datang namun ia tak ada di rumah.
Kemudian, Amzi menceritakan ternyata sepatu yang diantar ukurannya tidak sesuai.
"Ini ada paket bang (kata kurir), saya lihat di kotaknya ukuran 40, ini salah. Saya pesan ukuran 39," tambahnya.
Di saat itu, suasana memanas.
“Lalu saya bilang ke kurir kita ambil jalan tengah, karena ukuran 40 masih bisa saya pakai, kemudian saya sampaikan kepada istri ‘Dek ambil duit Rp360.999," katanya.
“Setelah saya buka kotaknya, ternyata ukuran di sepatu berbeda lagi jadi 41, di sini saya bersikeras untuk tak mau bayar dan mengembalikan kepada kurir,” kata Amzi.