Breaking News:

Berita Muarojambi

Dirut: Insentif Nakes Muarojambi Dipotong Demi Solidaritas ke Petugas Non Medis yang Menangani Covid

Ia juga menyampaikan, awalnya terhadap petugas non medis yang bertugas menangani Covid-19 di RSUD Ahmad Ripin waktu lalu juga sempat mendapatkan...

Hasbi sabirin
RSUD Ahmad Ripin Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Setidaknya ada 35 orang nakes dan 6 orang dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muarojambi insentif nya dipotong demi untuk solidaritas sesama petugas non medis.

Saat dikehui, pemotongan ini berdasarkan kesepakatan antara nakes dan pihak pengelola RSUD Ahmad Ripin demi mengingat kemanusian petugas non medis yang tidak lagi menerima dana insentif dari daerah untuk penanganan Covid-19. 

Seperti yang disampaikan oleh direktur RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muarojambi Dr Ilham mengatakan.

Tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Ahmad Ripin jumlahnya tergantung banyak nya pasien yang ditangani.

Nakes yang menangani pasien Covid-19, di RSUD Ahmad Ripin saat ini tidak banyak jumlahnya, awal-awalnya dulu bisa mencapai 36 orang perawat dan 6 orang dokter.

Ia juga membantahkan mereka tidak melakukan pemotongan insentif para nakes, melainkan nakes tersebut memiliki kesepakatan bersama jika insentif itu akan disisihkan 10 persen terhadap petugas penunjang yang ikut menandatangani Covid-19.

"Bukan kita melakukan pemotongan itu keliru, insentif nakes ditransfer melalui rekening masing-masing, bagaimana kita melakukan pemotongan, insentif itu dikeluarkan secara iuran akan diberikan kepada petugas non medis yang ikut menandatangani Covid-19 di RSUD Ahmad Ripin,"tuturnya.

Menangapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi Afifuddin mengatakan, itu sah sah saja karena kebijakan kondisional pihak rumah sakit.

Persoalan itu sebenarnya tidak masalah, dari awal mereka juga mengetahui, sejumlah tenaga medis yang menangani Covid-19 bersedia jika insentif nya untuk disisihkan untuk petugas non medis yang menangani Covid-19 di RSUD Ahmad Ripin tersebut.

Bantuan Operasional Kesehatan BOK dari pusat sebenarnya tidak ada regulasi nya untuk diberikan terhadap petugas non medis seperti petugas kebersihan, keamanan, dan sebagainya.

Dalam regulasi nya, BOK itu terhadap nakes yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19, karena ini tidak terakomodir mungkin pihak RSUD buat kesepakatan dalam kebijakan bersama.

"Saya menilai ini bukan keputusan manajemen, melainkan keputusasaan bersama pihak rumah sakit, karena mereka empati terhadap sejumlah petugas non medis yang bekerja tanpa mendapatkan insentif makanya mereka duduk bersama membahas kepedulian terhadap petugas non medis tersebut,"kata Afifuddin.

Ia juga menyampaikan, awalnya terhadap petugas non medis yang bertugas menangani Covid-19 di RSUD Ahmad Ripin waktu lalu juga sempat mendapatkan insentif dan sudah diatur dalam peraturan bupati besarannya.

"Masing-masing petugas penunjang yang menangani Covid-19 itu bermacam-macam jumlah insentif yang mereka terima, paling tinggi besar 2,5 juta hingga paling kecil 1 juta,"tuturnya.

(Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Baca juga: Promo Ayam Goreng Dari A&W, KFC & Richeese Factory, Paket Hemat Harga Terjangkau

Baca juga: Promo Donat Dari JCO dan Dunkin Donuts Februari 2021, Beli 8 Gratis 4 Hingga Gratis 2 Minuman

Baca juga: Tim Penindakan PETI di Hutan lindung Lubuk Bedorong Temukan Beberapa Kawasan Hutan Sudah Rusak

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved