Berita Bisnis
Travel Haji dan Umroh di Jambi Makin Tiarap
Bahkan selama tidak ada pemberangkatan saat ini ada sekitar empat orang calon jamaah baru yang mendaftar umroh
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Dikeluarkanya larangan kedatangan warga negara Indonesia ke Arab Saudi berdampak terhadap penyelenggara umroh di Tanah air.
Di Jambi sendiri beberapa travel umroh terlihat menghentikan aktivitasnya, bahkan ada yang tidak membuka gerainya.
Travel umroh Silver silk yang beralamat di Simpang Jelutung terlihat membuka gerainya, namun pintunya terkunci dan ada tulisan untuk menghubungi nomor tertentu. Namun di saat dihubungi karyawannya yang mengangkat telepon menolak untuk memberikan keterangan tentang keberangkatan umroh.
Travel Khairul Umam yang beralamat di Perumahan Parma Residence juga terlihat membuka outletnya, namun satu diantara karyawannya mengatakan mereka masih belum beroperasi dan mereka juga menolak memberikan informasi mengenai kondisi tentang keberangkatan umroh.
Travel umroh Al Mubaraq yang beralamat di depan asrama haji juga terlihat membuka outletnya, namun tidak ada karyawan travel umroh yang stand by. Ketika dihubungi via telepon juga tidak bisa dihubungi.
Satu-satunya Travel Haji dan Umroh yang terlihat masih buka dengan karyawan lengkap adalah Graha Malika Haji dan umroh di berlokasi di Broni.
Andi khairudin satu di antara penanggung jawab Graha Malika Haji dan Umroh mengatakan mereka tidak memberangkatkan jamaahnya.
“Bahkan sejak di Maret 2020 lalu,” Ujarnya Rabu ( 10/2/2021).
Lebih lanjut Andi mengatakan saat ini ada 50 jamaahnya yang gagal berangkat umroh sejak maret 2020 kemarin.
Ustad Sholeh Ahmad Kiani satu diantara pengelola Graha Malika Haji dan Umroh mengatakan ketika diperbolehkannya umroh akhir tahun kemarin travelnya tidak berani mengambil resiko memberangkatkan jamaah umroh karena regulasi yang merepotkan ditambah lagi maksimal keberangkatan umur 50 tahun.
“ Sedangkan Jamaah kita banyak yang di atas 50 tahun,” Ujarnya Rabu ( 10/2/2021).
Selain itu, membengkaknya biaya yang disebabkan oleh hanya dibukanya hotel bintang lima, dan pembatasan jumlah penumpang bus dari 40 orang menjadi 24 orang.
Ustad Sholeh mengatakan satu lagi faktor yang membuat travel kita tidak memberangkatkan jamaahnya adalah diberlakukannya karantina selama tiga hari bagi calon jamaah umroh sehingga mengurangi waktu ibadah.
“ Kita juga memikirkan kualitas ibadah jamaah, bukan hanya mencari profit,” ujarnya
Terbukanya travel umroh ini memberikan informasi kepada konsumen dan media berdampak tidak adanya calon penumpang yang menuntut pengembalian uang yang telah disetorkan.