Breaking News:

Donald Trump Remuk Setelah Lengser Jadi Presiden AS, Tak Ada Lagi yang Memuja, Nasibnya Jadi Begini

Donald Trump hadapi mimpi buruk setelah lengser kursi Presiden Amerika Serikat. Ia kehilangan popularitas dan ditinggal pendukungnya.

Editor: Teguh Suprayitno
REUTERS/TOM BRENNER
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat tiba di Bandara Internasional Bangor, Maine, AS, 5 Juni 2020. 

Donald Trump Remuk Setelah Lengser Jadi Presiden AS, Tak Ada Lagi yang Memuja, Nasibnya Jadi Begini

TRIBUNJAMBI.COM - Donald Trump hadapi mimpi buruk setelah lengser kursi Presiden Amerika Serikat.

Trump banyak ditinggalkan para pendukungnya setelah kalah dari Joe Biden saat Pilpres AS 2020.

Seperti kita tahu, lengsernya presiden AS ke-45 itu diwarnai serangkaian peristiwa kerusuhan.

Meski sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden AS, usai tampaknya Donald Trump mulai kehilangan popularitasnya.

Tidak seperti politisi pada umumnya yang menjadi lebih populer setelah meninggalkan jabatan mereka.

Indonesia Melongo Diperas China Jadi Pabrik Listrik, Menteri Luhut Mendadak Cemas Karena Ini

Amerika Panik, Kapal Induk AS Dibombardir Rudal Jet Tempur China, Laut China Selatan Kini Mencekam

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump rupanya banyak 'tidak diinginkan' orang.

Jutaan orang yang kemungkinan memilih Trump pada masa lalu, kini ingin dia dilarang menjabat posisi federal di masa mendatang, menurut analisis CNN, Minggu (7/2/2021).

Menjelang persidangan pemakzulan di depan Senat, jajak pendapat terbaru mengungkapkan bahwa lebih banyak orang Amerika ingin Trump dihukum dibandingkan selama persidangan pemakzulan pertamanya setahun yang lalu.

Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya.
Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya. (MANDEL NGAN / AFP)

Yang lebih menakjubkan, lebih banyak yang ingin agar Trump dilarang memegang jabatan di tingkat nasional lagi.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved