Anak Usia 14 Tahun Ditemukan Berada dalam Gudang, Polisi Duga ada Paraktik Prostitusi Online
Diduga, anak usia 14 tahun di gudang sebuah wisma di Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar itu hendak dijual untuk prostitusi online
TRIBUNJAMBI.COM - Prostitusi online juga menyasar anak baru gede atau ABG menjadi korban
Warga dihebohkan akan penemuan anak usia 14 tahun di gudang, pada Senin (8/2/2021) dini hari.
Diduga, anak usia 14 tahun di gudang sebuah wisma di Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar itu hendak dijual untuk prostitusi online
Dugaan prostitusi online anak di bawah umur semakin terendus saat polisi menangkap empat orang pelaku, dua diantaranya perempuan.
• DILARANG MELANGGAR! Akhir Pekan Ini, PNS, Pegawai BUMN, Polri hingga TNI Dilarang ke Luar Kota
• Bacaan Doa Memasuki Bulan Rajab 1442 Hijriyah, Perbanyak Istighfar dan Berpuasa
• Begini Cara Polisi Tangkap Pasutri yang Tawarkan Jasa Main Bertiga
Para pelaku dugaan kuat jual anak di bawah umur untuk praktik prostitusi online tersebut antara lain M (32), IM (19), T (18), serta AN (21).
Pengungkapan dugaan kasus prostitusi anak di bawah umur ini dilakukan tim Penindakan Gangguan Kamtibmas (Penikam) Polrestabes Makassar
Pengungkapan ini setelah salah satu orang tua korban mendatangi pihaknya yang sedang berpatroli di sekitaran lokasi.
Pria itu melaporkan, anaknya yang berinisial N (14) minggat dari rumah dan diduga ada di dalam wisma tersebut.
"Orangtuanya bertemu dengan kami saat patroli bahwa anaknya ada di wisma"
"Sehingga kami ke wisma tersebut," kata Komandan Tim Penikam Polrestabes Makassar Iptu Arif Muda, Senin (8/2/2021).
Arif Muda mengatakan, saat polisi memasuki wisma tersebut, N bersama 4 orang lainnya tidak berada di kamar.
Setelah melakukan penelusuran, mereka akhirnya ditemukan di gudang wisma tersebut.
Dari keterangan ayah N, anaknya tersebut sudah minggat dari rumahnya yang berada di Kabupaten Maros selama 3 minggu.
Dia curiga anaknya telah dijual oleh salah satu pelaku sehingga melaporkan hal ini ke polisi.
"Keberatan salah satu rekannya telah menjual anaknya. Selama ini orangtuanya tidak mengetahui apa yang dilakukan anaknya selama berada di luar rumah," kata Arif.