Breaking News:

Tiga Ekskavator Hancurkan Puluhan Sumur Ilegal, Dirreskrimsus: Solusi Permanen Sedang Berproses

Dua lokasi itu yakni di wilayah Km 51 Dusun Kunangan Jaya, Desa Bungku, Bajubang, Kabupaten Batanghari, di Desa Jati Baru, Mandiangin Perbatasan Kabup

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Aryo Tondang
Tiga Ekskavator Hancurkan Puluhan Sumur Ilegal 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ratusan personil gabungan dari TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, kembali tertibkan aktivitas illegal drilling di dua lokasi di Provinsi Jambi.

Dua lokasi itu yakni di wilayah Km 51 Dusun Kunangan Jaya, Desa Bungku, Bajubang, Kabupaten Batanghari, di Desa Jati Baru, Mandiangin Perbatasan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun.

Operasi yang berlangsung selama dua hari, yakni sejak 3-4 Februari tersebut, berhasil menutup 62 lubang sumur ilegal driling, memotong 10 kilometer pipa besi penyalur besi minyak ilegal, sehingga tidak dapat lagi digunakan.

Beberapa Forkopimda di Bungo Batal Divaksin, AKBP M Lutfi Salah Satunya, Pernah Positif Covid-19

Jadwal Puasa Rajab 2021 Lengkap dengan Bacaan Niat Puasa Rajab dan Keistimewaannya.

Harga Mobil Bekas Toyota Avanza Mulai Rp 50 Jutaan

Tidak hanya itu, Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dani mengatakan, dalam operasi tersebut, pihaknya juga turut menghancurkan sejumlah alat yang digunakan untuk mengambil minyak secara ilegal, yang berdampak pada kerusakan lingkungan tesebut.

Sebanyak 20 bak seller atau tempat penampungan minyak ilegal berhasil ditutup oleh tim gabungan, kemudian mengahancurkan 18 buah tedmon penyimpanan minyak.

Kemudian menghancurkan 57 batang pipa besi yang digunakan sebagai tiang pada sumur-sumur illegal drilling, menghancurkan 62 buah rol tali atau selling dengan cara ditimbun dan dirobohkan.

Tidak hanya itu, 1 buah tangki besi yang digunakan untuk menampung minyak, 4 unit mesin rig 1 unit, 1 unit mesin pompa turut dihancurkan, sehingga tidak dapat digunakan lagi

Serta melakukan pemotongan pipa besi sepanjang 10 kilometer, yang digunakan untuk menyalurkan minyak, hingga tidak dapat digunakan lagi, seperti diberitakan sebelumnya.

Pengerusakan sarana dan fasilitas, yang digunakan untuk menjalankan aktifitas ilegal driling tersebut dihancurkan dengan menggunakan tiga unit alat berat jenis ekskavator.

Penertiban aktivitas illegal drilling tersebut dilakukan hingga ke kawasan HTI PT ASS, di KM 51.

"Semua barang bukti kita hancurkan, sehingga tidak dapat digunakan lagi," kata Dirreskrimus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dani, Sabtu (6/2/2021) siang.

Dia menjelaskan, saat ini, pihaknya telah berupaya dan mencari solusi penanganan illegal drilling tersebut secara permanen.

Hal tersebut dilakukan, lantaran kegiatan illegal drilling tersebut sangat berdampak pada kerusakan lingkungan, sehingga perlu dilakukan penangan secara permanen.

"Upaya penanganan secara permanen sedang berproses, saya harap masyarakat ikut mebantu kami, karena kerusakan lingkungan akibat illegal drilling ini cukup parah," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved