Breaking News:

Rincian Insentif Tenaga Kesehatan yang Batal Dipangkas Pemerintah

"Dan kami tegaskan bahwa pada 2021 ini yang baru berjalan dua bulan, insentif untuk tenaga kesehatan diberikan tetap sama dengan tahun 2020," ujar Ask

Tribunjambi/wahyu
Perawat pasien corona di RSUD Sarolangun ber pakaian APD lengkap 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah melalui Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani memastikan tidak ada pengurangan besaran nilai insentif bagi tenaga kesehatan ( nakes) pada 2021.

Dia menegaskan, besaran nilai insentif tenaga kesehatan pada 2021 sama seperti besaran insentif pada 2020.

Untuk itu, ia berharap tidak ada lagi anggapan yang menyebutkan insetif tenaga kesehatan dipangkas.

Harga Emas Antam Hari Ini 5 Februari 2021 Turun Rp 13.000, Harga Buyback?

Sah! Intensif Atlet PON Jambi Didasarkan Presensi Latihan, Terungkap Tujuannya

Kesaksian Ajudan Istana Kejutkan Dunia, Inilah Pelaku Pembantaian Keluarga Kerajaan Nepal Sebenarnya

"Dan kami tegaskan bahwa pada 2021 ini yang baru berjalan dua bulan, insentif untuk tenaga kesehatan diberikan tetap sama dengan tahun 2020," ujar Askolani, dalam konferensi pers, Kamis (4/2/2021).

Lantas berapakah besaran insentif kesehatan pada 2020 ?

Dikutip dari Kontan.id, besaran insentif nakes pada 2020 diatur dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-239/MK.02/2020 tentang Insentif Bulanan dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19.

Secara rinci, insentif itu terbagi menjadi dua.

Pertama, insentif untuk nakes yang memberikan pelayanan Covid-19 di rumah sakit.

Adapun ketentuan pemberian santunan kepada mereka setinggi-tingginya adalah sebesar:

- Dokter Spesialis Rp 15.000.000/bulan

Halaman
123
Editor: Suci Rahayu PK
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved