Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Memberitakan Kabar Baik, Injil!
Bacaan ayat: Markus 1:38 (TB) - "Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan
Memberitakan Kabar Baik, Injil!
Bacaan ayat: Markus 1:38 (TB) - "Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang".
Oleh Pdt Feri Nugroho

Viral, itu berarti menyebar dengan cepat seperti virus. Istilah ini menjadi umum diera internet, ketika sebuah peristiwa dapat tersebar dengan cepat tanpa bisa dikendalikan, layaknya persebaran virus.
Sebuah tayangan menjadi viral, ketika isinya menarik. Dari yang bersifat ilmu pengetahuan, ide-ide kreatif, lucu dan menghibur, sampai dengan peristiwa pertentangan dan tragedi yang menyayat hati.
Ada ketertarikan untuk membagikannya kepada orang lain dengan harapan berita tersebut dapat mempengaruhi atau menginspirasi banyak orang.
Beruntung jika berita yang viral adalah tayangan yang membangun kehidupan.
Banyak orang akan tertolong untuk bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Sayangnya, tayangan yang bersifat negatifpun bisa tersebar dengan cepat dan menimbulkan efek negatif bagi yang menyaksikannya.
• Renungan Harian Kristen - Lawanlah Godaan, Selalu Bertekun Dalam Doa
Lebih kurang tiga tahun pelayanan Yesus Kristus, telah menjadi viral pada masa-Nya.
Pengajaran-Nya sering menimbulkan kontroversi dengan para ahli Taurat.
Beberapa pengajaran-Nya sulit untuk dipahami. Mukjizat berulang kali dilakukan semakin menjadi daya tarik yang kuat bagi banyak orang untuk datang berbondong-bondong mengikuti Dia.
Perhatian dan penerimaan-Nya kepada kaum terabaikan, memperkuat daya pikat orang untuk semakin kagum akan kehadiran-Nya dalam masyarakat.
Beberapa orang mulai bertanya-tanya tentang identitas diri-Nya. Keingintahuan tersebut oleh beberapa orang dinyatakan melalui pertanyaan, namun tidak secara terang-terangan Dia menyatakan identitas diri-Nya.
Para murid Yohanes hanya diminta untuk menyaksikan perubahan yang dibuat-Nya: orang lumpuh dapat berjalan, orang buta melihat dan kabar baik diberitakan.
Beberapa yang lain mengidentifikasi diri-Nya sebagai nabi yang akan datang, bahkan mulai berfikir bahwa Yesus adalah Mesias, Juruselamat yang dijanjikan Allah.
Situasi ini rentan dengan godaan untuk pemuliaan diri.
Di sepanjang sejarah kehidupan, menjadi terkenal adalah idaman setiap orang.
• Renungan Harian Kristen - Hanya Darah Yesus yang Memberi Jaminan Penyelesaian Dosa
Beberapa orang melakukan hal-hal tertentu sesuai keahlian yang dimiliki dengan tujuan menjadi terkenal. Diagungkan, dipuja, dielu-elukan kehadirannya: menjadi godaan yang menggiurkan bagi banyak orang.
Harapan akan hadirnya Mesias yang memimpin pemberontakan kepada penjajah Romawi dan menjadi berjaya seperti pada masa Raja Daud berkuasa, menjadi harapan banyak orang Yahudi yang hari itu harus hidup sebatas sebagai suku semata, tanpa memiliki sebuah negara.
Hari itu Simon dan kawan-kawan menjumpai Yesus dan menyatakan bahwa orang banyak mencari Dia.
Pernyataan itu seakan membawa harapan bahwa Yesus akan menjumpai banyak orang, melakukan mujizat dan semakin menjadi terkenal.
Dengan terkenalnya Yesus paling tidak juga akan berpengaruh kepada mereka sebagai orang -orang terdekat.
Sebagai orang-orang yang berada di ring satu, mereka dapat sedikit banyak menikmati pemujaan yang dilakukan banyak orang.
Paling tidak, mereka bisa menjadi orang yang cukup penting untuk dihubungi banyak orang ketika mereka mempunyai kepentingan dengan Yesus.
Apa jawab Yesus? Yesus tidak tergoda menjadi viral seperti harapan banyak orang.
Dia tetap fokus pada misi-Nya untuk membawa kabar baik, Injil kepada semua orang. Itulah sebabnya Ia memilih mengajak mereka untuk pergi ke daerah lain yang belum mendengar kabar pengharapan dari Sang Mesias.
• Renungan Harian Kristen - Tuhan yang Menolong Dalam Segala Perkara
Yesus melewatkan kesempatan berharga untuk menjadi viral dan terkenal dan tetap fokus pada kehendak Allah dalam diri-Nya.
Sudah menjadi kebiasaan bagi Dia untuk berdoa pada pagi-pagi benar, agar terus membangun relasi dengan Allah yang mengutus-Nya.
Relasi ini akan memposisikan Yesus untuk tidak tergoda dengan apapun dan terus menjalankan misi penyelamatan yang telah dirancang dan direncanakan oleh Allah.
Hingga hari ini, godaan untuk menjadi terkenal masih terus bergema dan mampir dalam pikiran siapa saja.
Ketika berkarya, melakukan apa saja dalam kehidupan, keinginan menjadi terkenal yang mengarah pada pemuliaan diri sendiri akan menjadi jerat yang menjebak dan racun yang mematikan kehidupan.
Belajar dari Yesus, kita sebagai orang-orang yang telah memperoleh janji jaminan keselamatan, mempunyai tugas penting yaitu memberitakan kabar baik, Injil kepada semua orang.
Dalam diri setiap orang percaya, dalam dirinya melekat tugas untuk mengabarkan Injil.
Bukan hanya hidup dalam kebaikan dan kebenaran sebagai orang yang sudah diselamatkan, namun juga bertanggung jawab untuk mewartakan kabar pengharapan kepada orang lain.
Teruslah membangun diri dengan hidup berelasi dengan Allah dalam doa, agar tetap fokus pada tugas pewartaan kabar baik. Amin
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam