Berita Nasional

Makin Beringas, KKB Papua Berani Tantang TNI dan Polri Perang Terbuka, Begini Tanggapan Polisi

Kelompok separatis yang menamai dirinya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, muncul dengan sebuah tantangan untuk TNI/Polri.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
KKB Papua berani tantan TNI dan Polri perang terbuka 

TRIBUNJAMBI.COM - Kelompok separatis yang menamai dirinya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, muncul dengan sebuah tantangan untuk TNI/Polri.

KKB Papua semakin hari semakin berani, menunjukkan eksistensinya.

Hal itu terlihat dengan ajakan KKB Papua kepada TNI dan Polri untuk perang terbuka.

Ajakan perang terbuka itu dilayangkan KKB Papua di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

Wakapolda Papua Brigjen Matius Fakhiri pun menanggapi tantangan yang dikeluarkan KKB tersebut.

Ia menegaskan, Polri dan TNI tak takut dengan tantangan itu.

Kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua
Kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua (Tribunnews)

Tetapi, Matius tak ingin korban sipil jatuh jika TNI dan Polri melakukan perang terbuka dengan KKB.

"Saya pastikan kalau ajak perang TNI-Polri tidak takut, kita akan hadapi.

"Cuma kan kita tidak mau ada dampak lain yang akan timbul bila kita mengambil langkah tegas dan terukur yang nantinya bisa dipolitisasi dipelintir oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin suasana di Papua ini selalu kisruh," kata Matius di Jayapura, Selasa (2/2/2021).

Matius membenarkan, terdapat selebaran berisi berita propaganda yang dibuat KKB beredar di Intan Jaya.

Dalam selebaran itu, tertulis tantangan perang untuk TNI-Polri.

Menurutnya, propaganda serupa itu bukan yang pertama dilakukan KKB di Papua.

Hal itu juga pernah ditemukan di Jayapura dan Puncak Jaya.

Pratu Dedi Hamdani Gugur Tertembak Saat Kejar KKB, Mau Cuti Karena Dua Bulan Lagi Berencana Menikah

Kontak Senjata dengan KKB Papua, 1 Anggota TNI Gugur

Detik-detik Alex Luferchek Selamat saat Pesawat Dibakar KKB di Papua, Diselamatkan Pendeta & Warga

"Ini biasanya terjadi saat eskalasi sedang tinggi," kata dia.

Matius menilai, eskalasi politik di Papua sedang tinggi beberapa waktu terakhir.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved