Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Tuhan Selalu Melindungi

Bacaan ayat: Mazmur 16:1-2 (TB) - "Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhank

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi berdoa 

Tuhan Selalu Melindungi

Bacaan ayat: Mazmur 16:1-2 (TB) - "Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Rompi anti peluru, dibuat dalam rangka melindungi seorang tentara dari serangan musuh ketika ia berada di medan perang.

Kesadaran akan adanya ancaman dan bahaya yang dapat berujung pada kematian seorang tentara, telah menginspirasi pengembangan alat pelindung yang ringan dan tidak membebani.

Bukan hanya rompi anti peluru sebagai pelindung, semua kendaraan tempur didesain sedemikian rupa dalam rangka melindungi penggunanya dari serangan pihak musuh yang menyerang.

Seiring berlalunya waktu, ketika diperhadapan berbagai ancaman yang berbeda-beda, perlengkapan tempur para tentara dibuat semakin canggih.

Dikolaborasikan dengan berbagai strategi perang yang dirancang, berbagai alat perlindungan semakin efektif dipergunakan untuk memenangkan sebuah pertempuran.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Mempercayakan Kehidupan Kepada Tuhan

Idenya sama, bagaimana melindungi diri dari ancaman dan bahaya yang seringkali tidak terduga datangnya.

Dengan pelindung diri, seorang tentara akan lebih percaya diri maju ke medan laga.

Tentu dengan tetap memakai strategi yang sudah dirancang sebaik mungkin.

Musuh utama kehidupan kita adalah si jahat. Sejak semula tujuannya adalah membuat manusia berpaling dari Tuhan tanpa disadari.

Cara terhalus sampai dengan terkasar, telah dipakai oleh si jahat untuk memperdaya manusia. Si jahat kaya dengan strategi.

Dari berhadapan langsung untuk melakukan kejahatan, sampai bisikan halus yang menyamar sebagai kebenaran dipakai sebagai strategi yang handal sehingga banyak orang dengan senang hati memberontak kepada Allah.

Strategi umumnya, mencari kelemahan manusia. Manusia sangat rentan dengan harga diri dan keinginan.

Harga diri yang disentuh, telah memicu banyak orang untuk membela diri dan melakukan tindakan untuk melindungi harga diri tersebut.

Tidak ada orang yang mau diremehkan, ternyata menjadi celah terbaik untuk si jahat menyusup sehingga seseorang melakukan tindakan kejahatan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Yesus Mengajar dengan Penuh Kuasa

Keinginan manusia untuk menjadi yang terdepan, nomor satu, berjaya, populer, dan lain-lain; menjadi celah lain, di mana si jahat selalu siap memanfaatkannya demi menjerat manusia agar tersesat.

Semua itu terbungkus dalam berbagai pergumulan; tentang kebutuhan hidup, kepentingan, kekuasaan, kesempatan, membalas dendam, menjadi korban, akar pahit, rasa percaya diri, dan berbagai-bagai hal lain, selalu pada posisi sebagai pintu bagi si jahat untuk mengubahnya menjadi sebuah kesempatan memperngaruhi, membujuk, merayu, sampai akhirnya terjebak untuk tidak taat kepada Tuhan.

Pengalaman Pemazmur sebagai gembala, lalu menjadi seorang prajurit pada masanya, dan akhirnya menjadi seorang raja, memberikan kesadaran dan pemahaman yang dalam tentang makna pentingnya sebuah perlindungan dalam menjalani kehidupan.

Kesadaran akan adanya ancaman dari pemberontakan orang terdekat, ancaman musuh, dan banyak pertempuran yang dialaminya, membuat Pemazmur perlu yakin dimana ia harus berlindung.

Kekuasaan, pasukan, pengawal, persenjataan yang lengkap: tidak pernah dapat menjamin bahwa ia akan terjaga dengan baik.

Ancaman selalu ada kapan saja, bahkan dengan cara yang tidak terduga.

Fakta tersebut membuatnya mengambil keputusan dan pilihan penting ketika dia berkata, "Jagalah aku, Tuhan."

Pilihan Pemazmur tepat, ketika menempatkan Tuhan sebagai pihak yang bisa menjaga dan melindunginya.

Pemazmur sadar akan ketidakberdayaannya sebagai manusia dan menempatkan Tuhan sebagai Yang Berkuasa atas kehidupannya.

Pengalaman hidupnya membuktikan bahwa memilih Tuhan sebagai tempat perlindungan adalah tepat. Ada jaminan perlindungan pada Tuhan.

Dia yang menciptakan segala sesuatu, tentu mempunyai kuasa atas segalanya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Alkitab sebagai Firman Allah

Dia yang menciptakan ruang dan waktu, tentu paham dengan pasti akan segala ancaman yang mungkin terjadi. Yang diperlukan hanya sikap percaya dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

Saatnya kembali berpaling kepada Tuhan. Apapun yang sedang kita hadapi dan alami saat ini, berlindunglah kepada Tuhan.

Pertolongan yang ajaib sangat terbukti. Kuasa-Nya selalu dinyatakan dalam segala perkara.

Bersama Pemazmur kita hendak berserah dalam perlindungan Tuhan. Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved