Wawancara Eksklusif
M Fadhil Arief Bicara Gebrakan Baru, Tawarkan 36 Program untuk Kemajuan Batanghari
Nama M Fadhil Arief telah diumumkan sebagai Bupati Batanghari terpilih periode 2021-2024 bersama Bakhtiar sebagai wakil bupati.
Penulis: A Musawira | Editor: Deddy Rachmawan
Tribun: Jabatan Anda terakhir adalah sebagai Sekda Muarojambi, jabatan yang prestisius di usia 41 tahun. Kenapa berhenti dan memilih jadi bupati?
Fadhil: Batanghari kampung halaman saya, tepatnya di Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir.
Saya suka tantangan. Kalau sekda itu kan, menjalankan visi-misi kepala daerah. Tapi kalau kita ada ide kreatif agak sulit menerapkannya, karena kita bukan mengambil keputusan.
Dari sana, timbul-timbul keinginan, kalau saya punya ide seperti ini, bagus diterapkan di masyarakat.
Tribun: Kapan ide menjadi bupati itu muncul?
Fadhil: Bulan puasa 2019. Saya itu sebenarnya cita-citanya menjadi PNS di top level eselon satu. Niatnya begitu, awalnya. Seiring waktu, berjalan ketemu teman, saudara, kayaknya Batanghari ini butuh saya. Ini kata mereka.
Tribun: Dalam pencalonan bupati ini siapa yang paling berpengaruh di dalam kehidupan Anda?
Fadhil: Pertama, keluarga dekat. Izin orangtua, karena saya menyakini restu orangtua, rida orangtua, akan memudahkan langkah kita. Kemudian juga yang pasti istri.
Tribun: Dari awal banyak yang meragukan kemampuan finansial Anda, bagaimana menanggapi itu?
Fadhil: Banyak yang meragukan, karena saya diingatkan dari keluarga saya ada beberapa orang dari aparat.
Untuk memenangkan pertarungan, pertama yang harus kita pegang yakni harus mengenali kekuatan dan kelemahan dari diri kita sendiri, bagaimana kita secara utuh mengenali kelebihan dan kelemahan lawan, dan jangan sampai lawan kita mengenali kekuatan dan kelemahan kita.
Tribun: Lalu ada 36 program lebih yang ditawarkan kepada masyarakat, yang menjadi unggulannya ini apa?
Fadhil: Yang paling menyangkut hajat hidup orang banyak adalah mengoptimalkan hasil pertanian.
Di Batanghari, 82 persen masyarakatnya adalah petani dari berbagai sektor. Ada tanaman pangan, perkebunan, karet, sawit, perikanan, dan peternakan.
Baca juga: Merry dan Sensen Dipecat Raffi Ahmad, Sang Asisten: Udah 12 Tahun Gak Naik Gaji ya Allah!
Baca juga: Pemimpin Myanmar Aung Sang Suu Kyi Digerebek Militer, Ada Kudeta Karena Pemungutan Suara Curang?
Baca juga: Harga Rokok Februari 2021, Harga per Batang Capai Rp 935 dari Harga Awal Rp 500-an
Baca juga: Kasus Positif Makin Tinggi, Jokowi Akui PPKM Tak Efektif Tekan Penularan Covid-19
Tribun: Ada 82 persen masyarakat yang bergantung di sektor pertanian. Menurut Anda, bagaimana kondisi mereka, sehingga perlu mengangkat sektor tersebut?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/m-fadhil-arief927.jpg)