Breaking News:

Digitech

Bikin Strategi, Benarkah Whatsapp Mulai Ditinggalkan Penggunanya Gara-gara Kebijakan Baru?

Seperti diketahui, publik dibuat heboh dengan kemunculan notifikasi yang meminta persetujuan adanya kebijakan privasi baru dari WhatsApp.

ist
Ilustrasi WhatsApp 

3. Pendiri Facebook yakinkan kebijakan baru WhatsApp "Aman"

CEO Facebook Mark Zuckerberg akhirnya angkat bicara soal pembaruan WhatsApp ini.

Dalam pemaparan hasil pendapat Facebook pada kuartal IV-2020, Zuckerberg membela kebijakan baru yang digulirkan oleh anak perusahaannya itu.

Sebagaimana dihimpun dari Mobile World Live, dalam kesempatan tersebut, Zuck mengklaim kemampuan perlindungan data yang dimiliki WhatsApp lebih tangguh ketimbang layanan pesan Apple, iMessage.

Zuck juga berulang kali meyakinkan investor bahwa perubahan kebijakan WhatsApp ini dirancang untuk menyederhanakan transaksi pengguna dengan pelaku bisnis, bukan untuk menambah informasi yang dikumpulkan oleh Facebook.

Pendiri Facebook ini menegaskan bahwa WhatsApp dan Messenger adalah aplikasi yang telah dilindungi enkripsi ujung-ke-ujung dan tidak akan terpengaruh oleh pembaruan berbagi data tersebut.

Dengan arti lain, kebijakan baru yang digulirkan WhatsApp ini diklaim aman.

Baca juga: Promo Giant Hari Ini 31 Januari 2021 Diapers Hemat 20% Detergen Hemat 25% Beras & Gula Harga Spesial

4. WhatsApp buat status

Untuk pertama kalinya, WhatsApp mengunggah status di aplikasi miliknya.

Langkah ini ditempuh WhatsApp agaknya juga untuk menjawab kegundahan para pengguna terkait kebijakan barunya tersebut.

Ada empat slide status yang diunggah WhatsApp, Jumat (29/1/2021).

Pada status pertamanya, WhatsApp menuliskan akan mulai menggunakan fitur status untuk memberikan informasi terbaru terkait aplikasinya, termasuk soal pembaruan kebijakan dan fitur baru.

Selanjutnya, WhatsApp kembali menegaskan soal komitmennya terhadap privasi pengguna di status kedua.

Sedangkan di status ketiga, WhatsApp menuliskan bahwa pihaknya tidak bisa mendengar ataupun membaca telepon dan pesan pengguna karena terlindungi dengan enkripsi ujung-ke-ujung.

"Nantikan update lebih lanjut," tulis WhatsApp di slide status terakhir.

Telegram dan Signal, Mana yang Lebih Aman?

Kebijakan privasi baru WhatsApp yang jadi sorotan baru-baru ini membuat aplikasi tersebut mulai ditinggalkan penggunanya.

Para pengguna WhatsApp mulai beralih ke aplikasi chat lainnya seperti Telegram dan Signal.

Lantas, amankah aplikasi Telegram dan Signal? dan manakah yang lebih aman?

Berikut ulasannya dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'WhatsApp, Telegram, dan Signal, Manakah yang Lebih Aman bagi Pengguna?'

1. Enkripsi

Enkripsi WhatsApp dipasang secara default untuk seluruh percakapan, baik pribadi maupun grup dalam bentuk teks audio, video call, dan WhatsApp Web.

Dalam hal ini, WhatsApp menggunakan sistem enkripsi Signal Protocol yang dikembangkan oleh Open Whisper System, seperti dikutip dari Tech Radar.

Untuk semua pesan pengguna, WhatsApp menyimpannya di sebuah server yang terkunci.

Kendati demikian, semua pesan tersebut akan dihapus setelah 30 hari.

Sistem enkripsi tersebut tidak berlaku ketika pengguna melakukan backup, sehingga akan lebih rentan untuk dicuri.

Sementara di Signal, melansir How to Geek, (14 /1/2021), semua percakapan dan komunikasi lainnya dienkripsi end-to-end antar perangkat yang menjalankan aplikasi itu.

Signal juga menambah keamanan aplikasinya dengan fitur enkripsi yang lebih canggih, bernama Sealed Sender yang mencegah siapa pun untuk mengetahui pesan pengguna.

Artinya, perusahaan dan pemilik Signal pun tidak dapat melihat pesan pengguna, bahkan jika mereka menginginkannya.

Inilah yang membedakan Signal dengan aplikasi perpesanan lainnya.

Baca juga: Download Lagu MP3 DJ Remix Terbaru 2021, Ada Video Nonstop DJ Breakbeat dan DJ Tiktok Full Bass Full

2. Obrolan rahasia

Sementara itu, enkripsi end-to-end di Telegram merupakan sebuah pilihan.

Pengguna harus memulai "obrolan rahasia" agar bisa dienkripsi.

Sebab, semua pesan di Telegram dienkripsi antara pengguna dan server Telegram.

Perusahaan yang bertanggung jawab secara teknis juga bisa melihat isi pesan pengguna di servernya jika diinginkan, kecuali dalam obrolan rahasia.

Selain itu, Telegram juga tidak memiliki grup obrolan rahasia.

Sebab, pengguna hanya bisa mendapatkan enkripsi end-to-end dalam percakapan antara dua orang.

Berbeda dari Telegram, semua percakapan di Signal dan WhatsApp adalah obrolan rahasia dan terenkripsi secara default, baik itu percapakan dua orang maupun grup.(*)

Baca juga: Cerita Mujito Siap Terima Vaksin Kedua di Kota Jambi, Terasa Lapar dan Pegal Usai Suntikan Pertama

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved