Digitech
Bikin Strategi, Benarkah Whatsapp Mulai Ditinggalkan Penggunanya Gara-gara Kebijakan Baru?
Seperti diketahui, publik dibuat heboh dengan kemunculan notifikasi yang meminta persetujuan adanya kebijakan privasi baru dari WhatsApp.
TRIBUNJAMBI.COM - Pihak WhatsApp tak tinggal diam ditinggal para penggunanya gara-gara kebijakan baru yang sempat jadi polemik.
WhatsApp melakukan berbagai upaya dan strategi agar tak ditinggal penggunanya.
Seperti diketahui, publik dibuat heboh dengan kemunculan notifikasi yang meminta persetujuan adanya kebijakan privasi baru dari WhatsApp.
Notifikasi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data para pengguna.
Namun, WhatsApp akhirnya memundurkan tanggal berlakunya kebijakan baru ini.
Baca juga: Ibu Ini Mau Kembalikan HP yang Ditemukannya Malah Jadi Tersangka dab Diperas Polisi Rp 35 Juta
Baca juga: Promo Alfamart Hari Ini 31 Januari 2021, Diapers Diskon 50% Harga Spesial Minyak Beras Susu Bumbu
Tujuannya agar pengguna lebih memahami maksud kebijakan baru WhatsApp.
Sembari menunggu kebijakan baru ini benar-benar diterapkan, WhatsApp juga berupaya meyakinkan pengguna bahwa pembaruan ini "aman" untuk pengguna WhatsApp.
Berikut rangkum strategi dan upaya yang telah dilakukan WhatsApp, dilansir dari Kompas.com dalam artikel '4 Upaya WhatsApp agar Tak Ditinggal Penggunanya, Singgung Apple hingga Bikin Status WA'
1. Menerbitkan klarifikasi awal
Pengguna di Indonesia sendiri mulai mendapatkan notifikasi bahwa bakal ada penerapan kebijakan baru pada 7 Januari 2021.
Hanya berselang dua hari, WhatsApp kemudian mengklarifikasi bahwa pembaruan kali ini berfokus pada interaksi antara pengguna dengan WhatsApp Business.
Menurut laman FAQ WhatsApp, pelaku bisnis yang menggunakan infrastruktur hosting Facebook akan dapat mengelola obrolan WhatsApp, menjawab pertanyaan, dan mengirimkan informasi berguna seperti tanda terima pembelian dengan pelanggan mereka.
Ketika pengguna memilih berkomunikasi dengan pelaku bisnis yang menggunakan infrastruktur hosting Facebook ini, baik melalui telepon, e-mail, atau WhatsApp, pelaku bisnis dapat menggunakan informasi tersebut untuk tujuan pemasarannya, mungkin juga termasuk iklan di Facebook.
Meski demikian, pengguna masih diberikan kebebasan untuk memilih, apakah mereka ingin berinteraksi dengan akun bisnis tersebut atau tidak.
Sedangkan terkait masalah berbagi data dengan Facebook, WhatsApp mengatakan hal ini sebenarnya sudah dilakukan WhatsApp sejak 2016.
Namun, data terbatas yang dibagikan kepada Facebook tersebut hanya di ranah backend untuk kebutuhan infrastruktur perusahaan.
Pembaruan kali ini tidak mengubah hal tersebut.
WhatsApp turut menegaskan bahwa dalam kebijakan baru, pihaknya masih menggunakan sistem enkripsi secara end-to-end, sehingga baik WhatsApp maupun Facebook tidak dapat mengakses percakapan pribadi pengguna.
Baca juga: BREAKING NEWS Tebing Pinggir Sungai Batanghari Longsor, Satu Masjid di Tebo Ilir Nyaris Ambruk
2. Tepis rumor
Pada 12 Januari 2021, melalui sebuah utas, WhatsApp secara langsung menepis rumor dan kekhawatiran yang berbedar di antara pengguna, khususnya soal berbagi data.
"Kami ingin mengklarifikasi beberapa rumor dan menjelaskan bahwa kami 100 persen akan terus melindungi pesan pribadi Anda dengan enkripsi ujung ke ujung," tulis WhatsApp.
Melalui sebuah foto yang turut dilampirkan, WhatsApp menegaskan beberapa hal.
- WhatsApp tidak dapat melihat pesan pribadi mendengar percakapan telepon pengguna, begitu juga dengan Facebook
- WhatsApp tidak mencatat dan menyimpan pesan ataupun panggilan yang pengguna lakukan
- WhatsApp tidak dapat melihat lokasi yang pengguna bagikan, begitupun Facebook
- WhatsApp tidak membagi kontak pengguna dengan Facebook
- WhatsApp grup tetap bersifat pribadi
Selain itu, WhatsApp menyarankan pengguna untuk mengaktifkan opsi pesan sementara, sehingga isi pesan tidak akan bersifat permanen.
"Pembaruan kebijakan privasi kami tidak mempengaruhi privasi pesan Anda dengan teman atau keluarga," tulis WhatsApp, masih di utas yang sama.
WhatsApp juga menyarankan pengguna untuk mempelajari lebih lanjut terkait bagaimana aplikasinya melindungi privasi pengguna melalui tautan ini: LINK
3. Pendiri Facebook yakinkan kebijakan baru WhatsApp "Aman"
CEO Facebook Mark Zuckerberg akhirnya angkat bicara soal pembaruan WhatsApp ini.
Dalam pemaparan hasil pendapat Facebook pada kuartal IV-2020, Zuckerberg membela kebijakan baru yang digulirkan oleh anak perusahaannya itu.
Sebagaimana dihimpun dari Mobile World Live, dalam kesempatan tersebut, Zuck mengklaim kemampuan perlindungan data yang dimiliki WhatsApp lebih tangguh ketimbang layanan pesan Apple, iMessage.
Zuck juga berulang kali meyakinkan investor bahwa perubahan kebijakan WhatsApp ini dirancang untuk menyederhanakan transaksi pengguna dengan pelaku bisnis, bukan untuk menambah informasi yang dikumpulkan oleh Facebook.
Pendiri Facebook ini menegaskan bahwa WhatsApp dan Messenger adalah aplikasi yang telah dilindungi enkripsi ujung-ke-ujung dan tidak akan terpengaruh oleh pembaruan berbagi data tersebut.
Dengan arti lain, kebijakan baru yang digulirkan WhatsApp ini diklaim aman.
Baca juga: Promo Giant Hari Ini 31 Januari 2021 Diapers Hemat 20% Detergen Hemat 25% Beras & Gula Harga Spesial
4. WhatsApp buat status
Untuk pertama kalinya, WhatsApp mengunggah status di aplikasi miliknya.
Langkah ini ditempuh WhatsApp agaknya juga untuk menjawab kegundahan para pengguna terkait kebijakan barunya tersebut.
Ada empat slide status yang diunggah WhatsApp, Jumat (29/1/2021).
Pada status pertamanya, WhatsApp menuliskan akan mulai menggunakan fitur status untuk memberikan informasi terbaru terkait aplikasinya, termasuk soal pembaruan kebijakan dan fitur baru.
Selanjutnya, WhatsApp kembali menegaskan soal komitmennya terhadap privasi pengguna di status kedua.
Sedangkan di status ketiga, WhatsApp menuliskan bahwa pihaknya tidak bisa mendengar ataupun membaca telepon dan pesan pengguna karena terlindungi dengan enkripsi ujung-ke-ujung.
"Nantikan update lebih lanjut," tulis WhatsApp di slide status terakhir.
Telegram dan Signal, Mana yang Lebih Aman?
Kebijakan privasi baru WhatsApp yang jadi sorotan baru-baru ini membuat aplikasi tersebut mulai ditinggalkan penggunanya.
Para pengguna WhatsApp mulai beralih ke aplikasi chat lainnya seperti Telegram dan Signal.
Lantas, amankah aplikasi Telegram dan Signal? dan manakah yang lebih aman?
Berikut ulasannya dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'WhatsApp, Telegram, dan Signal, Manakah yang Lebih Aman bagi Pengguna?'
1. Enkripsi
Enkripsi WhatsApp dipasang secara default untuk seluruh percakapan, baik pribadi maupun grup dalam bentuk teks audio, video call, dan WhatsApp Web.
Dalam hal ini, WhatsApp menggunakan sistem enkripsi Signal Protocol yang dikembangkan oleh Open Whisper System, seperti dikutip dari Tech Radar.
Untuk semua pesan pengguna, WhatsApp menyimpannya di sebuah server yang terkunci.
Kendati demikian, semua pesan tersebut akan dihapus setelah 30 hari.
Sistem enkripsi tersebut tidak berlaku ketika pengguna melakukan backup, sehingga akan lebih rentan untuk dicuri.
Sementara di Signal, melansir How to Geek, (14 /1/2021), semua percakapan dan komunikasi lainnya dienkripsi end-to-end antar perangkat yang menjalankan aplikasi itu.
Signal juga menambah keamanan aplikasinya dengan fitur enkripsi yang lebih canggih, bernama Sealed Sender yang mencegah siapa pun untuk mengetahui pesan pengguna.
Artinya, perusahaan dan pemilik Signal pun tidak dapat melihat pesan pengguna, bahkan jika mereka menginginkannya.
Inilah yang membedakan Signal dengan aplikasi perpesanan lainnya.
Baca juga: Download Lagu MP3 DJ Remix Terbaru 2021, Ada Video Nonstop DJ Breakbeat dan DJ Tiktok Full Bass Full
2. Obrolan rahasia
Sementara itu, enkripsi end-to-end di Telegram merupakan sebuah pilihan.
Pengguna harus memulai "obrolan rahasia" agar bisa dienkripsi.
Sebab, semua pesan di Telegram dienkripsi antara pengguna dan server Telegram.
Perusahaan yang bertanggung jawab secara teknis juga bisa melihat isi pesan pengguna di servernya jika diinginkan, kecuali dalam obrolan rahasia.
Selain itu, Telegram juga tidak memiliki grup obrolan rahasia.
Sebab, pengguna hanya bisa mendapatkan enkripsi end-to-end dalam percakapan antara dua orang.
Berbeda dari Telegram, semua percakapan di Signal dan WhatsApp adalah obrolan rahasia dan terenkripsi secara default, baik itu percapakan dua orang maupun grup.(*)
Baca juga: Cerita Mujito Siap Terima Vaksin Kedua di Kota Jambi, Terasa Lapar dan Pegal Usai Suntikan Pertama