Breaking News:

Lawan Covid 19

Suka Duka Nani Jubir Satgas Covid-19 RSUD Daud Arif, Ada yang Tak Terima Keluarganya Positif Corona

“Suka nya kalau lihat pasien yang awalnya masuk dalam kondisi bergejala, setelah dirawat dan akhirnya pulang dan dinyatakan sembuh”

tribunjambi/samsul bahri
dokter Nani berfoto dengan alat yaitu suction yang merupakan bagian dari peralatan untuk pengobatan pasien positif covid 19. 

"Ada pasien dan keluarga yang tidak terima setelah di diagnosa Covid-19. Banyak keluarga pasien yang komplain sana-sini.

Tapi tetap kita jelaskan dengan baik dan kita mencoba jelaskan ini bukan akhir segalanya dan masih bisa kita obati dan bisa sembuh," sebutnya.

"Saya pribadi tidak terlalu ambil dalam hati, saya hanya berpikir mungkin keluarga pasien syok karena belum bisa menerima karena dapat diagnosa seperti itu. Jadi saya hanya mencoba menjelaskan dengan baik-baik saja," pungkasnya

Sudah hampir 16 tahun Nani mengabdikan diri untuk berdedikasi menjadi tenaga kesehatan.

Tak hanya menjadi dokter, hampir satu tahun di tengah Pandemi Covid 19 ini ia menjadi Juru Bicara Satgas RS Daud Arif.

Menjadi bagian dari penanganan virus yang menjadi pandemi dan belum ditemukan obatnya ini memberikan rasa khawatir bagi keluarganya.

"Sebenarnya ada kekhawatiran dari orang tua dan keluarga lain. Tapi saya sendiri bisa meyakinkan mereka, bahwa ini sudah menjadi kewajiban dan tuntutan profesi, sehingga memang harus ikut membantu dalam mengatasi masalah pandemi Covid-19 ini," katanya.

Atas penjelasan tersebut, kata Nani akhirnya semua keluarga bisa menerima dan selalu mengingatkan dan mendoakan dirinya untuk selalu sehat, menjaga stamina. Tidak hanya itu, kata Nani dirinya selalu diberi nasihat untuk tetap memakai APD saat ke pasien dan penerapan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Di sisi lain, Nani menyadari bahwa menjadi Juru Bicara adalah bagian dari tugas penuh konsekuensi. Menghadapi sejumlah keluarga pasien yang komplain adalah bagian tugas yang selama ini Ia hadapi. Bahkan Ia sempat mendapat ancaman dari keluarga pasien ketika baru mendengar bahwa anggota keluarganya dinyatakan positif Covid 19.

"Ada sampai keluarga yang diluar kota pun menelpon saya (komplain). Tapi sampai sejauh ini tidak berlanjut kok. Biasa statement awal keluarga pasien mungkin karena panik saja. Setelah mendapatkan penjelasan lebih lanjut, akhirnya mereka (keluarga pasien) menerima lah," ceritanya.

Halaman
123
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved