Breaking News:

Berita Kriminal

Nekat Begal di Gentala Arasy, Jumadi dan Tarmizi Tak Berkutik Diringkus Tim Tekab Rangkayo Hitam

Tim Tekab Rangkayo Hitam, Satreskrim Polresta Jambi berhasil meringkus Jumadi dan Tarmizi yang nekat melakukan aksi begal

tribunjambi/aryo tondang
Nekat Begal di Gentala Arasy, Jumadi dan Tarmizi Tak Berkutik Diringkus Tim Tekab Rangkayo Hitam 

Nekat Begal di Gentala Arasy, Jumadi dan Tarmizi Tak Berkutik Diringkus Tim Tekab Rangkayo Hitam

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Aryo Tondang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tim Tekab Rangkayo Hitam, Satreskrim Polresta Jambi berhasil meringkus Jumadi dan Tarmizi yang nekat melakukan aksi begal di kawasan Jembatan Gentala Arasy, Pasar, Kota Jambi, Jumat (25/12/2020) lalu.

Keduanya diringkus oleh petugas tidak jauh dari kediamannya dikawasan Seberang, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, beberapa waktu lalu, sementara satu orang lainnya berinisial A sedang dalam pengejaran pihak Kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Handres mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban yang bernama Arjun Mardianto.

Baca juga: Suka Duka Nani, Juru Bicara Satgas Covid-19 RSUD Daud Arif, Terima Komplain Hingga Ancaman Tuntutan

Baca juga: Begini Cara Penerima BLT UMKM Ajukan KUR Super Mikro Maksimum Rp 50 Juta di BRI, Bisa dari Rumah

Baca juga: Anies Ditinggal Gerindra, Sinyal Risma Bakal Jadi Gubernur DKI? Riza Patria Buru-buru Klarifikasi

Saat itu, korban bersama teman-temannya tengah duduk di kawasan Jembatan Pedestrian Gentala Arasy.

Kemudian, Jumadi dan Tarmizi serta A yang menjadi DPO Satreskrim Polresta Jambi menghampiri korban, dan langsung menodong korban menggunakan senjata tajam yang disimpan pelaku di lengan jaketnya.

Pelaku langsung mengarahkan senjata tajam tersebut kebagian leher korban, dan langsung mengancam dan merampas barang-barang berharga milik korban.

"Pelaku ini langsung menodongkan senjata tajam ke leher korban, sehingga korban langsung menyerahkan barang berharga miliknya," kata Handres, Selasa (26/1/2021) siang.

Akibatnya, korban harus kehilangan 3 unit android merek Oppo, dua buah dompet yang berisi kartu ATM dan KTP, total kerugian korban ditaksir mencapai Rp8 juta.

Sekira kurang lebih satu bulan melakukan persembunyian, kedua pelaku akhirnya tidak berkutik saat diringkus petugas.

Baca juga: Wawancara Eksklusif Ketua IDI Kota Jambi, Plasma Konvalesen Diterapkan di Jambi? (3)

Baca juga: Ini Beda Tes Covid-19 GeNose, Rapid Antigen dan PCR, Lebih Akurat Mana? Segini Perbandingan Harganya

Baca juga: Wawancara Eksklusif Ketua IDI Kota Jambi, Plasma Konvalesen Tak Bisa Gantikan Peran Vaksin (2)

Keduanya harus merasakan dinginnya di balik jeruji besi Mapolresta Jambi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHPidana ayat (1) dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun dan ayat (2) dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun.

"Kedua pelaku sudah kita amankan dan satu lagi dalam pengejaran," tutup Handres.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved