Dua Petinggi Gerindra Datangi Ariza, Benarkah Bahas Soal Dua Kadernya yang Minta Anies Mundur?

Dua Petinggi Gerindra Datangi Ariza, Bahas Kadernya yang Minta Anies Mundur? Kedatangan mereka untuk menjalin silaturahmi.

Editor: Rohmayana
Tribunnews.com/ Reza Deni
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria didatangi kedua petinggi Partai Gerindra yaitu Sufmi Dasco dan Habiburokhman di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (25/1/2021).

Kepada wartawan, Ariza tak menjelaskan secara gamblang apakah kehadiran dua petinggi tersebut membahas soal kadernya yang meminta Anies Baswedan mundur dari Gubernur DKI Jakarta, atau tidak.

Ariza menyatakan, kedatangan mereka untuk menjalin silaturahmi dengannya yang saat ini mengemban amanah sebagai Wagub DKI. “Dia kan (Dasco dan Habiburokhman) pimpinan saya di partai. Jadi hanya silaturahmi saja,” kata Ariza pada Senin (25/1/2021) petang.

Baca juga: Tuntutan Jaksa Pinangki Dianggap Terlalu Ringan, Kalau Saya Jaksa Agung Langsung Mengundurkan Diri

Baca juga: Ternyata Artis Ini Ngaku pernah Diajak Begini Sama Raffi Ahmad, Nita Thalia: Aduh Aku Keceplosan

Baca juga: Terbaru, Jadwal MotoGP 2021, Valentino Rossi Pernah Dilirik Suzuki Ecstar, Dihubungi Lewat Ini

Ariza mengatakan, setelah dilantik menjadi Wagub DKI pada April 2020 lalu, dia sempat mendatangi rekan sesama partainya di DPR RI.

Kini kebalikannya, Ariza dikunjungi Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman.

Meski satu partai dan berbeda tempat kerja, namun Ariza tetap menjalin koordinasi dan silaturahmi dengan baik.

Mereka juga kerap menggelar pertemuan melalui rapat formal maupun informal.

“Prinsipnya kami sesama kader, apalagi sesama pimpinan harus selalu menjalin silaturahmi, komunikasi yang baik, membangun sinergi, untuk kepentingan partai, bangsa, dan negara, dan juga membantu tugas-tugas kader. Saya sebagai Wagub agar dapat supporting penuh dari partai, terutama DPP,” jelas Ariza yang juga menjadi Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini.

Seperti diketahui, Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis meminta Anies mundur dari jabatannya sebagai Gubernur.

Hal itu dikatakan Ali berdasarkan keterangan yang diterima.

Awalnya Ali menyoroti banyaknya peraturan dan ancaman sanksi yang dirumuskan Anies namun tidak mampu meredam penyebaran virus.

Bahkan rem darurat pun dilakukan, tapi tetap tak maksimal hasilnya.

Sampai pada akhirnya tersiar kabar Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi penanganan covid-19 di Jakarta.

Alasan pemerintah pusat mengambil alih supaya ada peningkatan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit di sekitar daerah penyanggah Jakarta tidak tepat.

Baca juga: KEBOHONGAN Vicky Prasetyo Buat Ibunya Kesal, Fakta Nikah 24 Kali Dibongkar Calon Mertua Kalina

Baca juga: Cara Dapat Bonus Kuota Tri 5GB Setiap Isi Paket Kuota

Sementara pasien dari luar Jakarta yang datang ke rumah sakit akibat terpapar virus Covid-19 karena banyaknya rumah sakit rujukan di Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved