Breaking News:

Berita Bungo

Curah Hujan Tinggi di Kabupaten Bungo Diprediksi Hingga Maret Mendatang, BPBD Ingatkan Hal Ini

Hal itu dikatakan Tobroni Yusuf, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesbangpol Bungo berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Sultan

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Rifani halim
Ilustrasi banjir 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Curah hujan tinggi di Kabupaten Bungo diprediksi terjadi hingga pertengahan bulan Maret 2021 mendatang dan puncaknya pertengahan bulan Februari

Hal itu dikatakan Tobroni Yusuf, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesbangpol Bungo berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Sultan Thaha Jambi.

Disampaikannya, dari hasil analisis tersebut diperkirakan curah hujan yang cukup tinggi itu terjadi hingga pertengahan bulan Maret 2021 mendatang. 

Baca juga: Santunan Rp3 Juta Akan Didapat Masyarakat Batanghari yang Meninggal Dunia, Khusus Warga Kurang Mampu

Baca juga: Mengapa Mengurus IMB di Kota Jambi Masih Semi Daring? Ini Penjelasan DPMPTSP

Baca juga: Bangunan Lama Harus Punya IMB? Ini Kata Kepala DPMPTSP Kota Jambi

Namun puncaknya, Tobroni mengungkapkan sudah terjadi dan diperkirakan hingga pertengahan bulan Februari 2021 mendatang. 

"Berpedoman hasil analisis BMKG bahwasanya medio pertengahan Maret 2021 masih bisa terjadi curah hujan yang relatif tinggi. Cuman masa puncaknya yaitu berada tajur pertengahan januari sampai akhir dan pertengahan bulan Februari," ujarnya. 

Untuk itu masyarakat yang berada dikawasan bantaran sungai dan rendah diharapkan lebih waspada dan pindah ke tempat lebih tinggi untuk sementara waktu.

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Mahadewi - Padi, Ada tutur kata terucap Ada damai yang kurasakan

Baca juga: Arya Saloka Larang Istrinya Syuting Lagi: Anak Gue Sama Siapa?

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Kala Cinta Menggoda Versi NOAH, Maka ijinkanlah aku mencintaimu

"Manakala hari hujan, baik yang berada di perbukitan dikhawatirkan terjadi longsor akibat kondisi tanah yang labil.

Sebab menurutnya, jika musim hujan tiba maka kondisi tanah atau teksturnya cenderung akan lebih lebih dibandingkan musim panas. Sementara dibantaran sungai maka akan terjadi peluapan yang menyebabkan banjir.

Dia juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu dari akibat curah hujan yang relatif tinggi mengakibatkan tiga titik di Desa Timbolasi, dan satu titik di Desa Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu mengalami longsor. 

Sehingga dengan kewaspadaan dan antisipasi masyarakat dilapangan dapat memperkecil resiko yang akan terjadi.

Sementara untuk status kedarurat, Tobroni mengatakan saat ini masih dalam status siaga bencana. Untuk ditingkatkan menjadi darurat tidak dilakukan, sebab dampak yang terjadi belum pada pelumpuhan ekonomi. 

Dia juga mengingatkan terdapat 72 dusun dan kelurahan di 15 kecamayan dalam Kabupaten Bungo yang menjadi daerah rawan longsor dan banjir. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: BST Tahun Ini Dilanjutkan, Penerima di Tanjab Timur Kemungkinan Berkurang

Baca juga: Guru Spiritual Presiden Jokowi di Nganjuk Jawa Timur Ditangkap Polisi, Ada Apa?

Baca juga: Jembatan Penghubung Suak Putat ke Tanjung Lanjut Terancam Amblas, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved