Khazanah Islami
Bacaan Niat Sholat Tahajud, Dilengkapi Keutamaan Tahajud Serta Doa yang Dibaca Setelah Sholat
Tidak ada tata cara tertentu untuk Sholat Tahajud atau shalat malam setelah membaca Al Fatihah pada setiap rakaat
TRIBUNJAMBI.COM - Melaksanakan Sholat Tahajud adalah salah satu sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari pada sepertiga malam akhir.
Seberapa penting Sholat Tahajud untuk seorang muslim? Allah berfirman,
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Artinya: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al-Israa 17: 79)
Lalu surat apa saja yang dibaca dalam Sholat Tahajud agar doa kita mustajab?
Baca juga: Ini Waktu Berdoa Terbaik di Hari Jumat agar Permintaanmu Dijabah Allah SWT
Baca juga: Berikut Adalah Doa Bangun Tidur yang Bisa Diaplikasin Sehari Hari, dan Tips Agar Tidur Nyenyak
Dikutip dari berbagai sumber, tidak ada tata cara tertentu untuk Sholat Tahajud atau shalat malam setelah membaca Al Fatihah pada setiap rakaat.
Seorang muslim sholat dua rakaat lalu membaca surat yang mudah baginya dari Al Quran Al-Karim.
Kemudian setelah itu shalat witir.
Para ulama Lajnah Daimah Lil Ifta’ mengatakan, “Shalat malam dua rakaat-dua rakaat, kalau khawatir datang waktu fajar (subuh) maka hendaknya shalat witir satu rakaat.
Karena shalat Nabi sallallahu alaihi wa sallam biasanya sebelas rakaat dalam qiyamul lail. Siapa yang menambah atau mengurangi tidak mengapa.” (Fatawa Lajnah Daimah, 7/181).
Mereka juga mengatakan, “Dalam Shalat malam tidak ada surat khusus yang dibaca dari Al Quran.
Cukup membaca surat yang mudah dari Al Quran.” (Fatawa Lajnah, 6/103).
Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan, “Qiyamul lail sunnah muakad, baik di awal, tengah atau akhir malam.
Akan tetapi di akhir malam lebih utama. Sepertiga malam itu yang lebih utama, kecuali kalau hal itu berat baginya.
Dapat shalat witir di awal malam, dengan satu, tiga, lima, tujuh atau lebih dari itu dan salam pada setiap dua rakaat.