Berita Kota Jambi
Wisatawan Asal Tiongkok Kecewa Setelah Berkunjung ke Taman Anggrek Kota Jambi
Rombongan wisatawan berjumlah 25 orang ini kebanyakan mengaku tempat wisata ini tak sesuai ekspektasi.
Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) asal Tiongkok kecewa setelah berwisata ke Taman Anggrek Sri Soedewi Kota Jambi, Senin (18/1/2020).
Rombongan wisatawan berjumlah 25 orang ini kebanyakan mengaku tempat wisata ini tak sesuai ekspektasi.
Hal ini diungkapkan Sadat selaku pendamping tamu dari Himpunan Pramuwisata Kota Jambi. "Wisatawan tadi tanggapannya memberikan masukan karena kondisi taman tak terawat, mudah-mudahan ada perbaikan dari Pemprov Jambi karena ini juga membawa nama besar mantan ibu gubernur Sri Soedewi," kata Sadat saat diwawancarai Tribunjambi.com, di lokasi.
Sadat mengatakan, bayangan dari wisatawan akan melihat banyak anggrek tapi akhirnya tak kesampaian. "Harapannya kita nengok anggrek banyak, tapi kenyataan kurang terawat," ungkapnya.
Saat masuk ke taman anggrek, lanjut Sadat, tak ada pemeriksaan kesehatan, apalagi syarat wajib rapid tes non reaktif. Tapi dia menyebut tamunya sudah menerapkan protokol kesehatan.
"Kita lakukan protokol Kesehatan pakai masker, jaga jarak dan pakai hand sanitizer. Untuk wisatawan sudah sehat karena sebelumnya wisata ke Palembang," jelasnya.
Selain di Taman anggrek, sadat menyebut, wisatawan agenda utamanya untuk beribadah di Klenteng yang ada di Kota Jambi. Seperti di Kampung Manggis, Talang Banjar dan Makalam.
"Kita perdana bawa tamu dari Tiongkok kesini, kata mereka mau ke Jambi untuk perbandingan wisata Palembang dan Jambi," jelasnya.
Dari pantauan Tribun di lokasi, wisata di taman anggrek terlihat tidak terawat. Sampah berserakan, pohon-pohon tumbang tidak dirapikan yang mengakibatkan suasana taman terkesan kumuh.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Sri Purnama Syam mengatakan, terdapat dua jenis pengelolaan di taman anggrek ini. Dan pihaknya hanya mengelola taman Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sedangkan untuk pembibitan anggrek yang masuk dari pintu belakang pengelolaannya berada di UPTD Dinas Tanaman Pangan.
"Untuk RTH tahun ini jadi kewenangan kami dan sudah kami bersihkan," jelas wanita yang biasa disapa Ema ini.
Untuk konsep RTH nantinya Ema menyebut akan dibuat taman yang bersih untuk tempat berkumpulnya masyarakat. Disamping itu, juga diproyeksikan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang kreatif.
Sedangkan untuk penerapan protokol kesehatan yang tampak tak ada pengecekan suhu tubuh di lokasi wisata, Ema menyebut pihaknya sudah memasang spanduk imbauan protokol kesehatan.
"Kembali ke masing-masing untuk menerapkan protokol kesehatan saat berwisata, kit sudah ada imbauan 3M," pungkasnya.
Baca juga: Karhutla dan Illegal Loging Penyebab Kerusakan Hutan di Jambi, Angkanya Mencapai 213.985 Hektare
Baca juga: Alasan Puskesmas di Kota Jambi Ketika Nakes Tidak Tercatat Jadi Peserta yang Telah Divaksin
Baca juga: Kawasan Hutan Produksi di Batanghari Seluas 188.000 Hektare, 96 Persen Telah Dikelola Perusahaan
(Tribunjambi/zulkifi)