Tim Mitigasi IDI Provinsi Jambi Ambil 3.000 Sampel Swab, 1.000 di Antaranya dari Kota Jambi

Program swab untuk para dokter diadakan bukan hanya di Kota Jambi. Namun di kabupaten-kabupaten dalam Provinsi Jambi.

Tribunjambi/mareza
dr Deri Mulyadi, Ketua IDI Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekira sebanyak tiga ribu sampel swab para dokter dan keluarganya yang telah dilakukan Tim Mitigasi IDI Provinsi Jambi sejak November 2020.

Sekira seribu di antaranya adalah sampel swab dari Kota Jambi yang dilakukan Tim Mitigasi IDI Kota Jambi, Minggu (17/01/2021).

"Sejak HUT IDI (24/10/2020), IDI punya program mandiri untuk swab, nggak mikir-mikir pemerintah daerah kan," ucap Deri Mulyadi, Ketua IDI Jambi.

Baca juga: Hati-hati, Terlalu Sering Hirup Bau Kotoran Hewan Bisa Picu Penyakit Histoplasmosis, Apa Itu?

Program swab untuk para dokter diadakan bukan hanya di Kota Jambi. Namun di kabupaten-kabupaten dalam Provinsi Jambi.

Sampel swab atau lendir yang akan diuji dilakukan langsung oleh anggota IDI. Kegiatan diadakan setiap pekan sekali.

"Dan skop-nya kita juga melibatkan Nakes yang lain seperti perawat, bidan," ucap Deri.

Baca juga: Nathalie Holscher Bingung Jawab Pertanyaan Sule, Terkait Perasaan Nathalie Jawab Begini

Proses pengambilan spesimen di wilayah Kota Jambi, terletak di RS Baiturrahim. Sedangkan sampel atau spesimen swab tersebut, diuji pada Universitas Andalas (Unand) Padang.

"Awalnya seolah-olah dianggap nggak penting. Namun lama-lama kasus semakin melonjak, kawan-kawan butuh ya semuanya berguna kan," ungkapnya.

"Itu sebetulnya prinsipnya gratis, karena dari IDI juga memikirkan kepentingan kawan-kawan. Jadi kita pakai dana organisasi," lanjutnya.

Baca juga: ADEGAN Mewek di Ikatan Cinta RCTI Malam Ini, Sesaat Lagi Tayang, Andin Kecewa Usai Al Berkata Jujur

Namun dalam pelaksanaannya, IDI juga tidak memungkiri ada biaya untuk bahan yang habis pakai.

"Itu yang mungkin dibantu, dari kawan-kawan. Jadi bukan juga one hundred percent gratis. Ya kalau itu sih kita menghitung untuk baju hasmat, ya nggak sampai 5 ribu lah untuk partisipasinya," jelasnya.

Screening, testing, dan juga untuk treatment atau pengobatan para dokter tersebut. Deri mengatakan, biaya itu tak sebanding dengan swab mandiri. Biaya swab mandiri akan mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah.

Kriteria yang dapat mengikuti swab yaitu para dokter yang bekerja pada daerah-daerah beresiko tinggi, melakukan kontak erat.

"Untul mereka yang bergejala perlu ditesting. Atau mereka sebagai orang yang sudah bergejala," katanya.

Selain itu, Deri mengatakan, kalau mengikuti cara atau prosedur yang ada sekarang ada beberapa kendala yang difikirkan.

"Baik swasta maupun pemerintah yang pertama yaitu biaya, kemudian persoalan lamanya itu. Sementara kalau Jumat IDI swab, InsyaAllah Minggu sudah ada hasilnya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved