Bulan Januari 2021 Belum Berkahir, Indonesia Sudah Dihantam 5 Bencana, Apa Saja? Ada Sriwijaya Air
Berbagai peristiwa dan bencana alam mewarnai awal tahun yang baru berjalan beberapa minggu ini.
TRIBUNJAMBI.COM - Belum Sebulan, Inilah 5 Bencana Awal Tahun 2021 yang Terjadi di Indonesia.
Belum genap sebulan tahun 2021 berjalan.
Tahun yang sedianya diisi dengan harapan baru ini rupanya memberi banyak kejutan tak terduga.
Berbagai peristiwa dan bencana alam mewarnai awal tahun yang baru berjalan beberapa minggu ini.
Tentu saja kita sedih.
Baca juga: Mengenal Sosok Farida Pasha Pemeran Mak Lampir yang Tutup Usia Hari Ini karena Positif Covid-19
Baca juga: Cara Dapat SAMSUNG S21 Cuma Rp 1 Rupiah di Promo XL Center Terbaru, Cek Syaratnya!
Banyak saudara setanah air yang harus kehilangan rumah dan harta bendanya.
Menyedihkannya lagi, tak sedikit dari mereka yang kehilangan sanak saudaranya.
Lantas, apa saja bencana itu?
Berikut Tribun Batam rangkum 5 bencana di awal tahun 2021:
1. Tanah longsor di Sumedang
Pertama adalah longsor di Sumedang.
Tebing setingggi 20 meter di Dusun Bojong Kondang RT 003 RW 010, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat longsor pada Sabtu (9/1/2021) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Mengutip Kompas.com (9/1/2021) longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan sejak siang hari.
Material longsoran menimpa 14 rumah yang ada di bawahnya hingga mengalami rusak berat.
Di dalam rumah tersebut diduga ada 12 jiwa yang turut tertimbun.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang bersama Basarnas Bandug terus melakukan upaya pencarian.
Berdasarkan perkembangan terbaru yang dilporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan hingga Minggu (17/1/2021) sudah mencapai 28 orang.
Sementara itu 12 orang yang lain masih dinyatakan hilang dan menjadi target pencarian tim gabungan.
Baca juga: Dinda Hauw Hamil Anak Pertama, Rey Mbayang Makin Protektif Hingga Lakukan Ini: Aku Ngidam Juga
2. Pesawat Sriwijaya jatuh
Masih di hari yang sama, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari lalu.
Pesawat rute Cengkareng-Pontianak itu hilang kontak 4 menit setelah lepas landas dan dipastikan jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu.
Hingga saat ini, tim gabungan yang melaksanakan operasi pencarian telah menemukan banyak serpihan dan bongkahan badan pesawat, benda-benda milik korban, bahkan sejumlah potongan tubuh manusia.
Dari total 62 orang yang ada di atas pesawat tersebut, 17 di antaranya telah berhasil teridentifikasi oleh tim DVI dari pihak kepolisian dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
Sementara sisanya masih terus dilakukan pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, hingga relawan.
3. Banjir Kalimantan Selatan
Bencana alam seolah terjadi secara bersamaan di sejumlah bagian di Indonesia. Saat longsor dilaporkan memakan korban jiwa di Sumedang, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga direndam banjir.
Bukan hanya satu dua wilayah saja, banjir ini bahkan menggenangi 8 wilayah kabupaten/kota yang ada di provinsi yang beribu kota Banjarmasin itu, termasuk Kota Banjarmasin.
Berdasarkan data BNPB, banjir diakibatkan tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kalimantan Selatan sejak Minggu (13/1/2021).
Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 1-3 meter.
Puluhan ribu warga terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, karena rumah mereka terendam oleh air.
Saking luasnya dampak banjir yang terjadi, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir pada Jumat (15/1/2021).
Status ini meningkat dari yang sebelumnya masih di level siaga.
Baca juga: Guna Percepat Swab Para Nakes, IDI Jambi Lakukan Swab Terpisah, Keluarga Nakes Bisa Ikut Swab
4. Gempa Sulawesi Barat (Sulbar)
Di urutan keempat adalah rentetan gempa tektonik yang terjadi di Sulawesi Barat, khususnya melanda daerah Mamuju dan Majene.
Gempa pertama terjadi pada Kamis (14/1/2021) siang dengan kekuatan M 5,9.
Keesokan harinya, pada dini hari gempa kedua kembali terjadi dengan kekuatan yang lebih besar, yakni M 6,2.
Gempa kedua mengakibatkan banyak kerusakan bangunan, baik fasilitas umum maupun rumah-rumah warga.
Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang terletak di Mamuju bahkan menjadi salah satu yang mengalami kerusakan berat.
Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut adanya potensi gempa susulan dengan kekuatan yang sama besar dan bisa saja menimbulkan gelombang tsunami.
Hingga Minggu (17/1/2021), tim yang melakukan evakuasi telah menemukan 56 orang meninggal.
Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi BNPB, 47 orang dari Kabupaten Mamuju, sementara 9 lainnya berasal dari Kabupaten Majene.
5. Erupsi Gunung Semeru
Terakhir, Gunung Semeru yang yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, erupsi pada Sabtu (16/1/2021) sore sekitar pukul 17.24 WIB.
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com (16/1/2021), letusan ini menyebabkan munculnya awan panas dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer.
Berdasarkan pengamatan visual, asap meluncur ke arah tenggara.
Akibat dari aktivitas vulkanik ini, kini sejumlah wilayah diguyur hujan abu vulkanik Gunung Semeru.
Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menyebut gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berstatus level II atau 'Waspada'.
Untuk masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi arah luncuran awan panas diimbau untuk waspada terhadap segala potensi bencana yang dapat terjadi.
Baca juga: Tim Mitigasi IDI Provinsi Jambi Ambil 3.000 Sampel Swab, 1.000 di Antaranya dari Kota Jambi